Wamenkeu Pastikan Ekonomi Indonesia Tetap Sehat, Investor Global Diminta Percaya Diri Tanam Modal


 Wamenkeu Pastikan Ekonomi Indonesia Tetap Sehat, Investor Global Diminta Percaya Diri Tanam Modal Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono dalam acara 13th US-Indonesia Investment Summit di Jakarta, Senin (17/11/2025) ANTARA/Bayu Saputra/pri.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menegaskan kepada para investor Amerika Serikat bahwa fondasi ekonomi Indonesia berada dalam kondisi kuat dan kredibel. Karena itu, ia mendorong pelaku usaha internasional agar tidak ragu memperluas investasi di Tanah Air.

Dalam sambutannya di 13th US-Indonesia Investment Summit di Jakarta, Senin (17/11/2025), Thomas menekankan bahwa tahun 2025 menjadi tahap penting bagi transformasi ekonomi nasional. Pemerintah, kata dia, sedang memperkuat agenda pembangunan yang fokus pada penciptaan nilai tambah, inovasi, hingga peningkatan ketahanan ekonomi jangka panjang.

Lima Sektor Andalan Penggerak Ekonomi

Thomas memaparkan lima sektor prioritas yang akan menjadi motor pertumbuhan Indonesia ke depan:

  1. Hilirisasi mineral kritis seperti nikel, tembaga, dan bauksit yang mempercepat industrialisasi sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global kendaraan listrik dan teknologi energi masa depan.
  2. Energi terbarukan dan bioenergi, sektor yang diprediksi memberi imbal hasil tinggi seiring meningkatnya kebutuhan energi bersih secara global.
  3. Pengembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), dan infrastruktur pusat data, yang kini menjadi mesin pertumbuhan baru.
  4. Manufaktur bernilai tambah tinggi, mulai dari elektronik, kendaraan listrik, hingga farmasi dan pangan olahan.
  5. Transportasi dan logistik, yang terus mencatatkan imbal hasil positif berkat efisiensi biaya serta peningkatan konektivitas nasional.

Pembenahan Struktural untuk Akselerasi Investasi

Thomas mengakui bahwa sejumlah tantangan masih harus ditangani, seperti fragmentasi regulasi pusat-daerah, kesenjangan kualitas SDM, kebutuhan pendanaan proyek besar, hingga tekanan sosial dan lingkungan.

Untuk menjawab hal tersebut, pemerintah berupaya memperkuat kualitas SDM melalui vokasi, mengharmonisasi regulasi, menyediakan skema pembiayaan inovatif, serta mendorong tata kelola pembangunan yang bertanggung jawab dan berorientasi jangka panjang dikutip Antara.

Sejak Oktober 2025, pemerintah juga mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Debottlenecking di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto dan koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Satgas ini bertugas mengurai hambatan struktural lintas sektor agar kebijakan prioritas dapat dieksekusi secara cepat dan efektif.

“Arah kebijakan kami jelas: menjalankan prioritas strategis pemerintah sekaligus menjaga ketahanan ekonomi dan keberlanjutan program sosial,” tegas Thomas.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru