Pemerintah Gelar Mudik Gratis Nataru 2025/2026, Kuota Dipastikan Lebih Besar


 Pemerintah Gelar Mudik Gratis Nataru 2025/2026, Kuota Dipastikan Lebih Besar Pemerintah kembali gelar mudik gratis Nataru 2025 dengan kuota lebih besar dan moda transportasi lengkap untuk tekan kecelakaan. (Foto: Dok. Kemenhub)

JAKARTA, ARAHKITA.COM — Pemerintah kembali membuka program mudik gratis untuk libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Program ini dikoordinasikan langsung oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dengan tujuan mempermudah masyarakat pulang kampung sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan pemotor.

Wakil Menteri Perhubungan, Suntana, dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu (27/11/2025), menyampaikan bahwa pola pelaksanaan tahun ini tidak jauh berbeda dengan skema mudik gratis sebelumnya. Pemerintah menyiapkan berbagai moda transportasi mulai dari bus, kapal laut, hingga kereta api untuk mengangkut penumpang dan sepeda motor ke sejumlah daerah tujuan.

“Seperti tahun lalu, mudik gratis akan mencakup angkutan bus di beberapa terminal dan layanan khusus bagi pemudik bermotor. Motor juga bisa diangkut melalui kereta atau kapal ke wilayah tertentu agar risiko kecelakaan menurun,” ujar Suntana.

Walau jumlah kuota belum diumumkan secara resmi, pemerintah memastikan kapasitas layanan akan lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Selain pemerintah pusat, program mudik gratis juga direncanakan oleh BUMN serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperluas manfaat program bagi masyarakat.

“Saya yakin selain pemerintah, BUMN dan Pemerintah DKI juga akan menyediakan fasilitas mudik gratis. Jumlahnya akan kita umumkan, tapi pasti lebih banyak dibanding Nataru 2024,” tambahnya dikutip Antara.

Sebagai gambaran, pada Nataru 2024, Kemenhub menyediakan kuota 38.772 penumpang dan 2.320 unit sepeda motor melalui jalur bus, laut, dan kereta. Dengan proyeksi peningkatan kapasitas, masyarakat diharapkan lebih leluasa memilih moda perjalanan yang aman dan nyaman untuk pulang kampung.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru