JAKARTA, ARAHKITA.COM – Kondisi mata yang terasa kering namun justru sering berair sering kali dianggap membingungkan. Namun menurut para ahli, kondisi ini bukanlah hal yang saling bertentangan, terutama bagi mereka yang banyak menghabiskan waktu di depan layar digital atau berada di lingkungan dengan polusi udara tinggi.
Dokter spesialis oftalmologi dari Marengo Asia Hospitals, Gurgaon, Dr. Shibal Bhartiya, menjelaskan bahwa mata yang kering dan berair secara bersamaan merupakan respons alami tubuh terhadap gangguan pada permukaan mata.
“Mata yang terus-menerus berair dan diagnosis mata kering terdengar seperti kontradiksi. Padahal tidak demikian. Memahami penyebabnya bisa mengubah cara kita merawat mata,” ujar Bhartiya, dikutip dari Hindustan Times.
Salah satu penyebab utama kondisi ini adalah kebiasaan menatap layar terlalu lama, baik dari komputer, ponsel, maupun tablet. Saat fokus pada layar digital, seseorang cenderung lebih jarang berkedip—bahkan bisa berkurang hingga sepertiga dari kondisi normal.
Akibatnya, kelenjar minyak di kelopak mata tidak bekerja optimal. Lapisan air mata pun menjadi tidak stabil dan lebih cepat menguap dibandingkan proses pembentukannya.
Pengaruh Polusi dan AC
Selain paparan layar, kondisi lingkungan juga berperan besar. Polusi udara, ruangan ber-AC, serta perjalanan panjang setiap hari dapat memperburuk gejala mata kering. Semua faktor ini membuat permukaan mata lebih mudah mengalami iritasi dan ketidakseimbangan cairan.
Kenapa Mata Bisa Kering tapi Justru Berair?
Air mata sebenarnya terdiri dari tiga lapisan penting, yaitu minyak, air, dan lendir (mukus). Ketiganya bekerja sama untuk menjaga permukaan mata tetap lembap dan stabil.
Ketika keseimbangan lapisan ini terganggu, mata akan mengirim sinyal “darurat” ke otak. Sebagai respons, tubuh memproduksi air mata dalam jumlah berlebih. Kondisi ini dikenal sebagai reflex tearing atau air mata refleks.
“Produksi air mata ini bersifat reaktif dan berlebihan, tetapi tidak benar-benar memperbaiki kelembapan mata,” jelas Bhartiya. Akibatnya, mata bisa terasa kering sekaligus berair dalam waktu yang sama.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Beberapa tanda yang mengarah pada gangguan mata kering antara lain:
Mata sering berair, terutama di malam hari
Sensasi perih, panas, atau terbakar
Penglihatan buram yang membaik setelah berkedip
Mata sensitif terhadap angin atau AC
Mata terasa lelah meski sudah cukup istirahat
Jika gejala ini terus terjadi, kondisi mata perlu mendapatkan perhatian lebih serius.
Menurut Bhartiya, ada beberapa langkah sederhana yang bisa membantu meredakan keluhan ini, seperti:
Mengompres mata dengan air hangat secara rutin
Mengonsumsi suplemen omega-3
Mengurangi durasi menatap layar
Membiasakan berkedip secara sadar saat menggunakan gadget
Namun, jika gejala berlangsung lebih dari dua minggu, pemeriksaan ke dokter mata sangat disarankan. Mengandalkan obat tetes mata tanpa diagnosis bisa saja tidak menyelesaikan masalah utama.
Menjaga kesehatan mata kini menjadi semakin penting di era digital, di mana paparan layar tidak bisa dihindari. Kesadaran kecil seperti istirahat dari layar dan menjaga kelembapan mata bisa membantu mencegah gangguan jangka panjang.