India Siap Tanam Modal di Hilirisasi Logam Indonesia, Fokus Mineral Kritis dan Baja


 India Siap Tanam Modal di Hilirisasi Logam Indonesia, Fokus Mineral Kritis dan Baja Ilustrasi - Hilirisasi logam. (ivoox.id)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pemerintah Indonesia membuka peluang besar bagi masuknya investasi India di sektor industri hilirisasi logam. Minat tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan perwakilan Kementerian Logam India, yang membahas kerja sama strategis pengolahan mineral hingga penguatan industri barang modal.

Wakil Menteri ESDM Yuliot mengatakan, pemerintah India mendorong perusahaan-perusahaannya untuk berinvestasi langsung di Indonesia, terutama pada sektor logam yang menjadi tulang punggung program hilirisasi nasional.

“India mendorong perusahaan-perusahaannya untuk menanamkan investasi di Indonesia, khususnya di industri logam,” ujar Yuliot saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta.

Minat tersebut dibahas secara khusus dalam pertemuan antara Yuliot dan Sekretaris Jenderal Kementerian Logam India, Sandeep Poundrik, yang berlangsung pada Selasa (24/2/2026). Pertemuan ini menjadi langkah awal penjajakan kerja sama jangka panjang di sektor strategis mineral dan logam.

Tak hanya hilirisasi, kedua negara juga membicarakan pengembangan industri barang modal, mulai dari mesin, alat berat, hingga peralatan pabrik. Kerja sama ini dinilai penting untuk menopang keberlanjutan industri pengolahan mineral di dalam negeri.

Selain itu, pembahasan juga mencakup kolaborasi di bidang riset dan inovasi teknologi, terutama yang berkaitan dengan efisiensi energi dalam proses produksi logam. Menurut Yuliot, penguatan riset menjadi kunci agar hilirisasi tidak hanya bernilai tambah, tetapi juga ramah energi dan berdaya saing global.

Tahap selanjutnya, kerja sama ini akan dimatangkan di tingkat menteri. Pemerintah India direncanakan menyampaikan draf nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), sementara Kementerian ESDM akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk menyiapkan kerangka kerja sama yang komprehensif sebelum penandatanganan resmi.

Yuliot menilai sinergi Indonesia–India berpotensi memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus membuka ruang investasi berkelanjutan yang memberi dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat dan industri dalam negeri dikutip Antara.

Sebagai informasi, Indonesia saat ini juga terus mendorong pengembangan hilirisasi mineral strategis, termasuk logam tanah jarang. Salah satu BUMN yang aktif di sektor ini adalah PT Timah Tbk, yang sebelumnya menyatakan kesiapan mengembangkan hilirisasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru