Merokok Sesekali Bukan Aman, Ini Penjelasan Dokter


 Merokok Sesekali Bukan Aman, Ini Penjelasan Dokter Ilustrasi merokok AntaraHOPixabay
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Merokok sesekali kerap dianggap tidak berbahaya oleh sebagian masyarakat. Namun, para ahli kesehatan menegaskan bahwa kebiasaan tersebut tetap memiliki risiko serius bagi tubuh, bahkan sejak paparan pertama.

Dokter sekaligus Direktur Teknis BDR Pharmaceuticals, Dr. Aravind Badiger, mengingatkan bahwa setiap batang rokok mengandung zat berbahaya seperti nikotin, karbon monoksida, dan tar yang langsung berdampak pada tubuh begitu dihirup.

"Merokok sesekali tetap berarti menghirup berbagai zat berbahaya," kata Badiger, dikutip dari Hindustan Times Selasa (16/6/2026).

Menurutnya, dampak rokok tidak selalu langsung terasa, tetapi kerusakan organ dapat terjadi secara perlahan dan tanpa disadari. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa perokok sesekali tetap memiliki risiko penyakit jantung lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak pernah merokok.

Sistem kardiovaskular dan pernapasan menjadi bagian tubuh yang paling cepat terdampak akibat paparan asap rokok. Kondisi ini dapat memicu peningkatan tekanan darah serta meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung, bahkan pada konsumsi yang tidak rutin.

Paparan zat kimia beracun dalam rokok juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko berbagai jenis kanker dalam jangka panjang.

Selain dampak langsung pada kesehatan, Badiger menyoroti risiko lain yang kerap diabaikan, yakni potensi berkembangnya kebiasaan merokok menjadi lebih sering. Hal ini terjadi karena nikotin bersifat adiktif dan dapat memicu ketergantungan dalam waktu relatif singkat.

"Banyak perokok sesekali meremehkan betapa mudahnya kebiasaan itu berubah menjadi konsumsi rokok secara rutin," ujarnya.

Tidak hanya berdampak pada perokok aktif, asap rokok juga berbahaya bagi orang di sekitarnya. Paparan secondhand smoke dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Badiger menyarankan masyarakat untuk mencari cara lain dalam mengelola stres selain merokok serta menciptakan lingkungan bebas rokok di rumah maupun tempat kerja.

Ia menegaskan bahwa tidak ada batas aman dalam konsumsi rokok, bahkan dalam jumlah kecil sekalipun.

"Sudah saatnya meninggalkan anggapan bahwa hanya beberapa batang rokok tidak akan menimbulkan masalah. Faktanya, setiap rokok tetap memberikan dampak pada tubuh," kata Badiger.

Para ahli kesehatan menilai berhenti merokok sepenuhnya merupakan langkah paling efektif untuk menjaga kesehatan jantung, paru-paru, serta mengurangi risiko penyakit kronis di masa depan.

 

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Kesehatan Terbaru