Penjualan Kendaraan Listrik Global Turun 11 Persen pada Februari 2026, China Jadi Faktor Utama


 Penjualan Kendaraan Listrik Global Turun 11 Persen pada Februari 2026, China Jadi Faktor Utama Ilustrasi - Wuling Cortez Darion EV & PHEV (wuling.id)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pasar kendaraan listrik global mengalami perlambatan pada awal tahun 2026. Data terbaru menunjukkan penjualan mobil listrik dunia turun cukup tajam pada Februari, terutama akibat penurunan signifikan di pasar China.

Dilaporkan dan dikutip dari The Economic Times, data lembaga konsultan Benchmark Mineral Intelligence (BMI) menunjukkan bahwa penjualan kendaraan listrik global turun 11 persen secara tahunan pada Februari 2026.

Penurunan ini menjadi salah satu yang paling terasa dalam beberapa tahun terakhir, terutama karena China—yang selama ini menjadi pasar kendaraan listrik terbesar di dunia—mengalami pelemahan permintaan.

Penjualan Kendaraan Listrik di China Turun Tajam

Menurut BMI, penjualan kendaraan listrik di China, termasuk battery electric vehicle (BEV) dan plug-in hybrid (PHEV), anjlok 32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Total penjualan pada Februari tercatat kurang dari 500.000 unit. Ini menjadi penurunan paling besar sejak awal pandemi COVID-19 pada 2020.

Angka tersebut juga sejalan dengan laporan China Association of Automobile Manufacturers yang mencatat penjualan mobil secara keseluruhan di negara tersebut turun 34 persen pada bulan yang sama.

Data Manager BMI, Charles Lester, mengatakan perubahan perilaku konsumen menjadi salah satu faktor penting.

Menurutnya, pembeli kini semakin sensitif terhadap harga kendaraan listrik, terutama ketika kondisi ekonomi global belum sepenuhnya stabil.

Penjualan Global Turun ke Level Terendah Sejak 2024

Secara global, tren penurunan tidak hanya terjadi di China. Dalam dua bulan pertama 2026 hingga Februari, total penjualan kendaraan listrik dunia tercatat sedikit di atas satu juta unit.

Angka tersebut menjadi level terendah sejak periode yang sama pada 2024, menandakan bahwa pasar mobil listrik sedang menghadapi fase penyesuaian.

Beberapa analis menilai kondisi ini dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor, mulai dari perubahan kebijakan pemerintah hingga meningkatnya kehati-hatian konsumen dalam berbelanja kendaraan baru.

Amerika Utara Juga Mengalami Pelemahan

Di kawasan Amerika Utara, penjualan kendaraan listrik bahkan menyusut lebih dalam.

Pada Februari 2026, pasar mobil listrik di kawasan tersebut turun 35 persen menjadi kurang dari 90.000 unit. Penurunan ini menjadi tren penurunan kelima secara berturut-turut setelah berakhirnya program insentif pajak kendaraan listrik di Amerika Serikat pada September tahun lalu.

Selain itu, kebijakan pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump yang mengusulkan pelonggaran standar emisi karbon juga disebut memengaruhi minat pasar terhadap kendaraan listrik.

Kombinasi kebijakan tersebut dan melemahnya permintaan global membuat sejumlah produsen otomotif yang memiliki eksposur besar di pasar Amerika Serikat mengalami penurunan nilai aset hingga lebih dari 70 miliar dolar AS.

Eropa Masih Tumbuh, Meski Melambat

Berbeda dengan China dan Amerika Utara, pasar kendaraan listrik di Eropa masih menunjukkan pertumbuhan positif.Pada Februari 2026, penjualan kendaraan listrik di kawasan tersebut naik 21 persen. Meski demikian, laju pertumbuhan ini lebih lambat dibandingkan sebagian besar periode pada tahun lalu.

Hal ini menunjukkan bahwa pasar kendaraan listrik Eropa tetap berkembang, tetapi tidak lagi tumbuh secepat sebelumnya.

Ekspansi Mobil Listrik China Dorong Pasar Global

Sementara itu, di wilayah lain dunia, penjualan kendaraan listrik justru menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan.Penjualan mobil listrik di berbagai pasar baru meningkat 78 persen menjadi lebih dari 180.000 unit.

Pertumbuhan ini didorong oleh ekspansi produsen kendaraan listrik asal China yang agresif memasuki pasar internasional, termasuk di Asia, Australia, dan Eropa.

Langkah tersebut dilakukan di tengah persaingan yang semakin ketat di pasar domestik China, sehingga produsen mencari peluang pertumbuhan di pasar global.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru