BBM Nonsubsidi Naik Tajam, Ini Daftar Harga Terbaru di SPBU


 BBM Nonsubsidi Naik Tajam, Ini Daftar Harga Terbaru di SPBU Ilustrasi - Pengendara motor antre mengisi BBM di salah satu SPBU kawasan Kuningan, Jakarta. PT Pertamina (Persero) menaikkan harga sejumlah produk BBM nonsubsidi yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mulai Sabtu ini. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/bar/pri.)

 

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Indonesia mengalami lonjakan signifikan, terutama untuk jenis solar dan bensin beroktan tinggi (RON 98). Kenaikan ini terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), termasuk milik Pertamina dan BP.

Lonjakan harga ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berdampak langsung pada pasar energi global.

Berdasarkan data resmi Pertamina per Sabtu (18/4/2026), berikut rincian harga BBM di wilayah Jakarta:

  • Pertalite: Rp10.000 per liter
  • Solar subsidi: Rp6.800 per liter
  • Pertamax: Rp12.300 per liter
  • Pertamax Turbo: Rp19.400 per liter (naik dari Rp13.100)
  • Pertamax Green: Rp12.900 per liter
  • Dexlite: Rp23.600 per liter (naik dari Rp14.200)
  • Pertamina Dex: Rp23.900 per liter (naik dari Rp14.500)

Kenaikan paling mencolok terjadi pada produk solar nonsubsidi dan bensin beroktan tinggi.

Penyesuaian harga juga terjadi di SPBU BP. Berikut daftar harga terbarunya:

  • BP Ultimate: Rp12.930 per liter
  • BP 92: Rp12.390 per liter
  • BP Ultimate Diesel: Rp25.560 per liter (naik dari Rp14.620)

Kenaikan ini terutama terjadi pada produk diesel, sejalan dengan tren global harga energi.

Sementara itu, Shell dan Vivo Energy belum melakukan penyesuaian harga terbaru sejak awal Maret 2026.

Namun, kondisi di lapangan menunjukkan adanya keterbatasan pasokan, khususnya untuk BBM jenis solar.

Berikut harga terakhir yang diumumkan:

Shell:

  • Shell Super: Rp12.390 per liter
  • V-Power Diesel: Rp14.620 per liter

Vivo:

  • Revvo 92: Rp12.390 per liter
  • Revvo 95: Rp12.930 per liter
  • Diesel Primus: Rp14.610 per liter

Kenaikan harga BBM ini tidak lepas dari dampak konflik geopolitik yang memengaruhi distribusi dan harga minyak dunia. Ketegangan di kawasan Timur Tengah membuat pasokan energi global terganggu, sehingga harga minyak mentah ikut terdorong naik.

Seorang analis energi menyebutkan, “Setiap konflik di Timur Tengah hampir selalu berdampak langsung pada harga minyak dunia, yang kemudian diteruskan ke harga BBM di berbagai negara.”

Dengan kondisi harga yang fluktuatif, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam penggunaan BBM serta mempertimbangkan alternatif transportasi yang lebih efisien.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru