Loading
Ilustrasi BBM berubsidi Jawaposcom
JAKARTA, ARAHKITA.COM – PT Pertamina (Persero) resmi menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai 1 Juni 2026. Dalam penyesuaian terbaru ini, harga BBM jenis solar nonsubsidi mengalami penurunan signifikan, sementara Pertamax Turbo justru mengalami kenaikan.
Berdasarkan informasi resmi Pertamina, harga Dexlite (CN 51) di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) turun menjadi Rp23.000 per liter. Sebelumnya, pada Mei 2026, harga BBM tersebut berada di level Rp26.000 per liter.
Penurunan juga terjadi pada Pertamina Dex (CN 53). Harga BBM diesel berkualitas tinggi tersebut kini dipatok Rp24.800 per liter, lebih rendah dibandingkan harga bulan sebelumnya yang mencapai Rp27.900 per liter.
Sebaliknya, Pertamax Turbo (RON 98) mengalami kenaikan harga. Mulai Juni 2026, produk BBM beroktan tinggi itu dijual seharga Rp20.750 per liter, naik dari Rp19.900 per liter pada Mei 2026.
Sementara itu, Pertamina masih mempertahankan harga beberapa produk BBM lainnya. Pertamax (RON 92) tetap dijual Rp12.300 per liter dan Pertamax Green (RON 95) bertahan di harga Rp12.900 per liter.
Tidak hanya BBM nonsubsidi, harga BBM penugasan dan subsidi juga belum mengalami perubahan. Pertalite tetap dipasarkan dengan harga Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar subsidi masih berada di level Rp6.800 per liter.
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 Juni 2026 (Jabodetabek)
Menurut Pertamina, penyesuaian harga BBM dilakukan sebagai implementasi Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022.
Regulasi tersebut merupakan perubahan atas Kepmen ESDM Nomor 62 K/12/MEM/2020 yang mengatur formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran jenis bensin dan minyak solar yang dipasarkan melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Perubahan harga ini menjadi perhatian masyarakat, terutama pengguna kendaraan berbahan bakar diesel yang kini dapat menikmati penurunan harga cukup signifikan pada produk Dexlite maupun Pertamina Dex.