Parung Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Baru, Pemkab Bogor Tata Pasar dan Infrastruktur


 Parung Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Baru, Pemkab Bogor Tata Pasar dan Infrastruktur Pemerintah Kabupaten Bogor melakukan penataan kawasan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. ANTARA/HO-Pemkab Bogor/pri.

BOGOR, ARAHKITA.COM – Pemerintah Kabupaten Bogor mulai serius membenahi kawasan Parung untuk disulap menjadi sentra ekonomi baru di wilayah utara. Langkah awal dimulai dari penataan Pasar Parung yang dirancang terintegrasi, rapi, dan berkelanjutan.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa penataan ini bukan sekadar merapikan pedagang kaki lima (PKL), tetapi bagian dari strategi besar untuk mendorong investasi yang diproyeksikan masuk pada 2026–2027, khususnya di wilayah Kemang, Ciseeng, dan Parung.

Menurut Rudy, penataan harus dilakukan secara menyeluruh, tidak bisa setengah-setengah. Mulai dari pengelolaan PKL, kebersihan, lalu lintas, hingga fasilitas pasar, semuanya harus masuk dalam satu sistem yang terintegrasi.

“Kalau ingin kawasan ini maju, semua aspek harus dibenahi bersama. Tidak bisa parsial,” ujarnya.

Dari Penataan ke Pusat Pertumbuhan Baru

Parung diproyeksikan menjadi wajah baru perekonomian Kabupaten Bogor bagian utara. Untuk itu, pemerintah daerah mulai menyiapkan berbagai langkah konkret, termasuk pembentukan posko terpadu yang dilengkapi dasar hukum serta penguatan personel di lapangan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menjelaskan bahwa penataan dilakukan secara bertahap. Setelah kawasan Cibinong, kini giliran Parung menjadi fokus pengembangan berikutnya.

“Konsepnya bukan menggusur, tapi menata. PKL tetap difasilitasi, hanya saja lebih tertib dan nyaman,” jelasnya.

Terminal Diaktifkan, Akses Jalan Diperbaiki

Tak hanya pasar, optimalisasi aset lama juga menjadi bagian penting dari transformasi ini. Terminal Parung yang sebelumnya kurang dimanfaatkan kini mulai dihidupkan kembali dan akan terintegrasi dengan pasar.

Selain itu, pembangunan akses jalan juga disiapkan untuk memperlancar mobilitas warga. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu lagi memutar jauh untuk menuju kawasan pasar dan terminal.

Ke depan, kawasan Parung akan dikembangkan sebagai satu kesatuan wilayah ekonomi yang terhubung hingga Ciseeng, sekaligus mengangkat potensi lokal sebagai identitas kawasan.

700 Lapak Disiapkan, PKL Mulai Direlokasi

Dari sisi teknis, Perumda Pasar Tohaga sudah menyiapkan berbagai langkah penataan. Direktur Utama, Haris Setiawan, menyebutkan bahwa sekitar 700 lapak telah disediakan untuk menampung para pedagang, khususnya sektor sayur, ikan, ayam, dan kebutuhan basah lainnya.

Penataan juga mencakup pembersihan area depan pasar yang akan dijadikan zona merah sementara. Nantinya, kawasan tersebut akan ditentukan pemanfaatannya, apakah menjadi ruang terbuka hijau atau sentra ikan hias.

Meski sempat menuai pro dan kontra, kini dukungan dari para pedagang terus meningkat dan disebut telah mencapai sekitar 90 persen.

Menuju Sentra Ikan Hias Asia Tenggara

Menariknya, Parung juga diproyeksikan menjadi pusat ikan hias berskala regional. Perumda Pasar Tohaga menargetkan kawasan ini bisa berkembang menjadi salah satu sentra ikan hias terbesar di Asia Tenggara.

Jika rencana ini berjalan sesuai target, Parung tidak hanya menjadi pusat perdagangan lokal, tetapi juga memiliki daya tarik ekonomi yang lebih luas hingga tingkat internasional.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru