CJIBF 2026 Tawarkan 17 Proyek Investasi Unggulan, Jawa Tengah Bidik Investor Global


 CJIBF 2026 Tawarkan 17 Proyek Investasi Unggulan, Jawa Tengah Bidik Investor Global Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, didampingi Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu, dan Kepala Perwakilan BI Jateng M Noor Nugroho, saat memberikan pernyataan usai pembukaan Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026, di Semarang, Senin (11/5/2026). (ANTARA/Zuhdiar Laeis)

SEMARANG, ARAHKITA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia kembali menggelar Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 sebagai upaya memperkuat iklim investasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Dalam forum tahunan yang berlangsung di Semarang, Senin (11/5/2026), sebanyak 17 proyek investasi unggulan atau Investment Project Ready to Offer (IPRO) diperkenalkan kepada calon investor dari berbagai sektor strategis.

CJIBF 2026 dibuka langsung oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu.

Forum ini menjadi bagian dari sinergi antara Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memperluas peluang investasi sekaligus memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Mengusung tema “Central Java Thriving: Strengthening Investment and Empowering SMEs for Green and Sustainable Growth”, CJIBF 2026 menitikberatkan pada investasi hijau, hilirisasi industri, serta penguatan ekonomi berkelanjutan.

Deputi Gubernur BI, Aida S. Budiman, menegaskan pentingnya kolaborasi antara investasi dan pengembangan UMKM agar pertumbuhan ekonomi tetap inklusif dan mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Fokus pada Energi Hijau dan Hilirisasi

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, M Noor Nugroho, menjelaskan bahwa proyek-proyek yang ditawarkan mencakup sektor energi terbarukan, pertanian, hilirisasi pangan, pariwisata, hingga pertambangan.

Di sektor energi terbarukan, beberapa proyek yang dipromosikan antara lain pengembangan Candi Umbul Telomoyo Geothermal Power Plant milik Geo Dipa Energy, proyek Logawa Minihydro Power Plant di Banyumas, serta pemanfaatan limbah pertanian menjadi energi biomassa di Grobogan.

Sementara pada sektor pertanian dan hilirisasi pangan, investor ditawari proyek Integrated Coconut Industry, Integrated Shrimp Industry, Integrated Fisheries Special Zone di Cilacap, hingga pengembangan industri garam di Jepara.

Pariwisata Jadi Magnet Baru Investasi

Sektor pariwisata juga menjadi salah satu fokus utama dalam CJIBF 2026. Beberapa proyek yang dipromosikan meliputi pengembangan Taman Kyai Langgeng Ecopark, pengembangan Pulau Panjang di Jepara, serta proyek Deyangan Resort di kawasan Borobudur.

Tak hanya itu, sektor pertambangan turut menawarkan peluang investasi melalui proyek ekstraksi mineral milik Geo Dipa Energy di Banjarnegara.

Para calon investor juga dipertemukan dengan empat kawasan industri utama di Jawa Tengah, yakni Kendal Special Economic Zone, Industropolis Batang Special Economic Zone, Wijayakusuma Industrial Park, dan Jatengland Industrial Park Sayung.

Investasi Jateng Tumbuh Positif

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengungkapkan bahwa realisasi investasi di Jawa Tengah pada triwulan I 2026 mencapai Rp23,02 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 92 ribu orang di 35 kabupaten/kota.

Angka tersebut meningkat sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurutnya, peningkatan investasi juga diharapkan mampu mendorong UMKM Jawa Tengah naik kelas hingga mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional dikutip Antara.

Selain forum investasi, rangkaian CJIBF 2026 juga menghadirkan talkshow bertema investasi hijau dan pertumbuhan berkelanjutan, sesi project showcasing, one on one meeting, hingga kunjungan langsung ke lokasi proyek unggulan.

Sebagai bagian dari penguatan perdagangan dan UMKM, Bank Indonesia Jawa Tengah juga menggelar “UMKM Grande 2026” pada 7–11 Mei 2026 yang melibatkan sekitar 90 pelaku UMKM dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru