Prabowo Temui Ray Dalio di Istana, Dorong Gelombang Investasi Asing Masuk Indonesia


 Prabowo Temui Ray Dalio di Istana, Dorong Gelombang Investasi Asing Masuk Indonesia Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat memberikan keterangan kepada media usai mengikuti Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta pada Jumat (13/2/2026). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Presiden Prabowo Subianto menerima investor global ternama Ray Dalio di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (27/3/2026). Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia semakin agresif membuka pintu bagi investasi asing.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Ray Dalio tidak hanya datang sebagai tamu, tetapi juga membawa misi penting: membantu mempromosikan Indonesia di mata investor global.

“Pak Ray Dalio membantu kita untuk mempromosikan Indonesia ke luar negeri, sekaligus memberikan sejumlah masukan terkait proyek-proyek strategis,” ujar Purbaya usai pertemuan.

Dorong Ekonomi Lewat Proyek Strategis

Salah satu fokus utama pembahasan adalah proyek-proyek yang dinilai mampu mempercepat laju ekonomi nasional. Beberapa sektor yang mencuat antara lain energi dan kawasan ekonomi khusus (KEK).

Di sektor energi, proyek yang dibahas diduga berkaitan dengan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Langkah ini sejalan dengan upaya Indonesia memperkuat energi bersih sekaligus menarik investor yang kini semakin fokus pada keberlanjutan.

Tak hanya itu, pemerintah juga membuka peluang percepatan proyek yang melibatkan investor dari Singapura dan pelaku usaha dalam negeri.

Tambahan KEK, Magnet Baru Investasi

Dalam sektor kawasan ekonomi, pemerintah berencana menambah satu kawasan ekonomi khusus (KEK) baru. Langkah ini diharapkan bisa menjadi magnet baru bagi investor asing yang ingin masuk ke Indonesia.

“Rencananya akan ada tambahan KEK supaya lebih menarik bagi investor,” kata Purbaya dikutip dari Antara.

Meski detailnya belum diungkap, langkah ini menunjukkan strategi pemerintah dalam memperkuat ekosistem investasi melalui kawasan yang memiliki insentif khusus.

Hambatan Investasi Akan Dibereskan

Pemerintah juga menyadari bahwa salah satu tantangan utama investasi adalah lambatnya realisasi proyek. Karena itu, Purbaya menegaskan pihaknya akan fokus mengurai hambatan yang menghambat percepatan proyek.

Tujuannya jelas: memastikan investasi yang masuk tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar terealisasi di lapangan.

Pertemuan Strategis Lintas Menteri

Pertemuan ini juga dihadiri sejumlah menteri kunci, seperti Airlangga Hartarto, Rosan Roeslani, serta Brian Yuliarto.

Kehadiran para menteri ini menandakan bahwa upaya menarik investasi bukan hanya agenda satu sektor, tetapi strategi lintas bidang yang terintegrasi.

Dengan menggandeng figur global seperti Ray Dalio, Indonesia tampaknya tidak sekadar menunggu investor datang—tetapi aktif “menjemput bola” ke panggung dunia. Pertanyaannya, seberapa cepat peluang ini bisa berubah menjadi proyek nyata?

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru