88 Persen UMKM Masih Andalkan Dana Pribadi, Perbanas Dorong Akses Pembiayaan Lewat UMKM Center


 88 Persen UMKM Masih Andalkan Dana Pribadi, Perbanas Dorong Akses Pembiayaan Lewat UMKM Center Ketua Bidang Riset dan Kajian Ekonomi Perbankan Perbanas Aviliani saat memaparkan hasil survei UMKM di Jakarta, Kamis (18/6/2026). ANTARA/Khaerul Izan

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Sebagian besar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia ternyata masih lebih nyaman mengembangkan usaha dengan modal sendiri dibanding memanfaatkan kredit dari lembaga keuangan.

Data terbaru yang dipaparkan Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menunjukkan bahwa 88 persen UMKM informal masih mengandalkan dana pribadi sebagai sumber pembiayaan utama usaha mereka.

Ketua Bidang Riset dan Kajian Ekonomi Perbankan Perbanas, Aviliani, mengatakan hasil survei yang dilakukan lembaganya memperlihatkan kecenderungan pelaku UMKM untuk memilih menggunakan tabungan atau modal pribadi daripada mencari pendanaan dari luar.

"Kalau dilihat dari survei, mereka lebih suka menggunakan dana sendiri," ujar Aviliani di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Menurutnya, preferensi tersebut turut memengaruhi pertumbuhan penyaluran kredit UMKM oleh sektor perbankan. Dalam beberapa tahun terakhir, hasil riset Perbanas menunjukkan pertumbuhan kredit UMKM mengalami perlambatan, bahkan sempat mengalami kontraksi.

Berdasarkan survei tersebut, hanya sekitar 12 persen UMKM informal yang memanfaatkan sumber dana eksternal. Dari kelompok tersebut, pembiayaan berasal dari berbagai sumber, antara lain perbankan sebesar 49 persen, lembaga keuangan mikro atau micro finance 32 persen, teman atau kerabat 9 persen, serta sumber lainnya sebesar 11 persen.

"Untuk dana eksternal hanya 12 persen, sedangkan dana pribadi mencapai 88 persen," jelas Aviliani.

UMKM Formal Juga Masih Dominan Gunakan Modal Sendiri

Fenomena serupa tidak hanya terjadi pada UMKM informal. Pada kelompok UMKM formal, penggunaan modal pribadi juga masih mendominasi.

Data Perbanas menunjukkan sekitar 62 persen UMKM formal masih mengandalkan dana sendiri, sementara pemanfaatan pembiayaan dari perbankan maupun lembaga non-bank masih relatif rendah.

Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan akses pembiayaan tidak semata-mata berasal dari sisi penyedia dana. Menurut Aviliani, sektor perbankan sebenarnya telah memiliki kesiapan untuk menyalurkan pembiayaan kepada UMKM.

"Tantangannya bukan hanya dari sisi suplai. Dari sisi permintaan atau demand juga perlu terus dibangun agar pelaku usaha semakin percaya diri memanfaatkan pembiayaan untuk mengembangkan bisnisnya," katanya dikutip Antara.

Perbanas Luncurkan UMKM Center

Sebagai upaya mendorong UMKM naik kelas dan lebih siap mengakses pembiayaan formal, Perbanas meluncurkan UMKM Center.

Platform kolaboratif ini dirancang untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas bisnis, memperluas akses pembiayaan, membuka peluang pasar yang lebih luas, serta mempercepat proses digitalisasi usaha.

Melalui UMKM Center, Perbanas berharap semakin banyak pelaku UMKM yang tidak hanya bertahan dengan modal sendiri, tetapi juga mampu memanfaatkan berbagai sumber pembiayaan secara sehat dan produktif untuk mempercepat pertumbuhan usaha mereka.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional dan memiliki kontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja serta pertumbuhan ekonomi Indonesia.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru