Loading
Ilustrasi Layanan Spotify. (Newsweek.com)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Kehadiran platform streaming musik dinilai menjadi pintu yang semakin lebar bagi musisi Indonesia untuk menembus pasar internasional. Selain mempermudah distribusi karya, layanan digital juga membuka peluang bagi talenta dari berbagai daerah untuk dikenal oleh pendengar di seluruh dunia.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengatakan musik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media yang efektif untuk memperkenalkan budaya, cerita, dan identitas Indonesia kepada masyarakat global.
"Musik tidak hanya sekadar menghibur, tetapi juga memperkenalkan cerita, budaya, dan identitas Indonesia kepada dunia. Ketika lagu Indonesia diputar di Malaysia, Amerika Serikat, hingga berbagai negara lainnya, di situlah ekonomi kreatif menunjukkan kekuatannya dalam memperluas pengaruh Indonesia di tingkat global," kata Riefky dalam keterangan yang diterima media, Sabtu (27/6/2026).
Menurutnya, perkembangan platform streaming telah menghadirkan akses yang lebih merata bagi para musisi untuk masuk ke industri musik. Peluang tersebut tidak lagi hanya dinikmati oleh musisi besar, tetapi juga oleh talenta-talenta baru dari berbagai daerah di Indonesia.
Karena itu, Riefky menilai sinergi antara pemerintah, industri kreatif, dan para kreator menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem musik yang adil, inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
Saat ini, sektor ekonomi kreatif menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja, dengan lebih dari separuhnya berasal dari kalangan generasi Z dan milenial. Angka tersebut menunjukkan besarnya peran industri kreatif dalam menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar global.
"Pemerintah terus mendorong talenta lokal agar mampu naik kelas dan bersaing di tingkat regional maupun internasional. Kolaborasi antara pemerintah dan industri menjadi elemen krusial untuk mewujudkan ekosistem musik yang kompetitif," ujarnya dikutip Antara.
Sementara itu, Director Spotify Southeast Asia, Gustav Back, mengungkapkan sepanjang 2025 karya musisi Indonesia ditemukan lebih dari 6,3 miliar kali oleh pendengar baru melalui Spotify.
Tak hanya itu, royalti yang diterima musisi Indonesia melalui platform tersebut juga meningkat lebih dari 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menariknya, sekitar 60 persen pendapatan royalti tersebut berasal dari pendengar di luar Indonesia.
Data Spotify juga memperlihatkan dominasi karya lokal di pasar domestik. Sepanjang 2025, sebanyak 80 persen lagu yang masuk dalam daftar Spotify Indonesia Daily Top 50 merupakan karya musisi Indonesia.
Menurut Gustav, capaian tersebut membuktikan bahwa musik Indonesia semakin mendapat tempat, baik di dalam negeri maupun di pasar internasional.
"Musik Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa, dengan pendengar yang semakin banyak dari Amerika Serikat, Jerman, Jepang, Malaysia, hingga Inggris. Spotify berkomitmen membantu para musisi ditemukan oleh pendengar baru sekaligus membangun komunitas penggemar mereka," kata Gustav.