BEI Ungkap Masih Ada 4 Perusahaan Antre IPO, Dana Rp2,16 Triliun Sudah Terkumpul


 BEI Ungkap Masih Ada 4 Perusahaan Antre IPO, Dana Rp2,16 Triliun Sudah Terkumpul Pekerja mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/wsj.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Aktivitas penghimpunan dana di pasar modal Indonesia terus menunjukkan tren positif sepanjang 2026. Hingga 10 Juli 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mencatat tujuh perusahaan resmi melantai di bursa melalui skema Initial Public Offering (IPO). Meski demikian, antrean perusahaan yang ingin menjadi emiten baru masih terus bertambah. Saat ini, empat perusahaan tengah bersiap mengikuti jejak tersebut.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, mengatakan ketujuh perusahaan yang telah melakukan IPO berhasil menghimpun dana sebesar Rp2,16 triliun.

"Hingga 10 Juli 2026 telah tercatat tujuh perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan dana yang dihimpun mencapai Rp2,16 triliun. Saat ini masih terdapat empat perusahaan dalam pipeline pencatatan saham," ujar Saidu dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Dua Perusahaan Besar Masuk Antrean IPO

Dari empat perusahaan yang sedang menunggu jadwal pencatatan saham, dua di antaranya merupakan perusahaan dengan aset berskala besar, yakni di atas Rp250 miliar. Sementara dua perusahaan lainnya tergolong perusahaan kecil dengan aset di bawah Rp50 miliar.

Klasifikasi tersebut mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017 mengenai skala aset perusahaan.

Jika dilihat dari sektornya, antrean IPO kali ini didominasi perusahaan sektor kesehatan sebanyak dua perusahaan. Sisanya berasal dari sektor barang konsumen primer dan barang baku, masing-masing satu perusahaan.

Target 1.100 Emiten pada 2030

BEI juga mencatat jumlah perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia kini telah mencapai 963 emiten hingga 10 Juli 2026. Jumlah tersebut menjadi bagian dari target jangka panjang BEI untuk menghadirkan 1.100 perusahaan tercatat pada 2030 dikutip Antara.

Obligasi dan Sukuk Tembus Rp100 Triliun

Tak hanya IPO, aktivitas penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) juga mencatat pertumbuhan yang signifikan.

Per 10 Juli 2026, telah diterbitkan 109 emisi dari 59 penerbit dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp100,12 triliun.

Selain itu, masih terdapat 12 emisi dari 11 penerbit yang berada dalam antrean penerbitan EBUS dan berasal dari berbagai sektor usaha.

Rights Issue Masih Berlanjut

Di sisi lain, aksi Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue juga masih berlangsung.

Hingga 10 Juli 2026, tercatat empat perusahaan telah melaksanakan rights issue dengan total nilai mencapai Rp3,89 triliun.

Sementara itu, BEI mengungkapkan masih ada satu perusahaan dari sektor properti yang tengah berada dalam pipeline untuk melaksanakan rights issue dalam waktu mendatang.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru