Arsip - Pesawat Airbus A380 Emirates AIrlines saat mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Kamis (1/6/2023). ANTARA/Ahmad Wijaya/am.
TANGERANG, ARAHKITA.COM – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, akan mencatat sejarah baru dalam dunia penerbangan Indonesia. Untuk pertama kalinya, pesawat Airbus A380-800 milik maskapai Emirates dijadwalkan mendarat di bandara terbesar di Indonesia itu pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Pesawat superjumbo yang melayani penerbangan EK358 rute Dubai (DXB)–Jakarta (CGK) tersebut diperkirakan tiba sekitar pukul 22.25 WIB dengan membawa hampir 600 penumpang. Selanjutnya, pesawat akan kembali terbang menuju Dubai melalui penerbangan EK359 pada 9 Agustus 2026 pukul 00.45 WIB.
General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, mengatakan kehadiran Airbus A380 menjadi tonggak penting bagi pengembangan konektivitas internasional Indonesia.
"Kami telah memastikan seluruh aspek operasional berjalan optimal, mulai dari kesiapan infrastruktur sisi udara dan sisi darat, prosedur pelayanan, hingga koordinasi bersama regulator, AirNav Indonesia, ground handling, dan seluruh pemangku kepentingan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8/2026).
Menurut Heru, kedatangan Airbus A380 sekaligus menjadi bukti bahwa Bandara Soekarno-Hatta telah siap melayani pesawat kategori ICAO Aerodrome Reference Code 4F (Code F), kategori yang diperuntukkan bagi pesawat berbadan sangat besar seperti Airbus A380.
"Kehadiran pesawat ini menunjukkan kepercayaan maskapai internasional terhadap kualitas infrastruktur dan layanan Bandara Soekarno-Hatta," katanya.
Infrastruktur Sudah Memenuhi Standar
Sebagai bandara tersibuk di Indonesia, Soekarno-Hatta memiliki tiga landasan pacu. Dua di antaranya berukuran 3.660 x 60 meter dan 3.600 x 60 meter, yang telah memenuhi standar operasional pesawat kategori Code F.
Selain runway, bandara juga didukung jaringan parallel taxiway, apron, hingga fasilitas terminal yang dirancang untuk melayani pesawat berbadan lebar, termasuk Airbus A380.
Kekuatan perkerasan runway (Pavement Classification Rating/PCR) juga telah memenuhi standar operasional Airbus A380. Apron G Terminal 3 bahkan telah menyiapkan area parkir khusus di stand G26, G29, dan G33.
Fasilitas pendukung lainnya meliputi Advanced Visual Docking Guidance System (A-VDGS), garbarata (passenger boarding bridge), hingga berbagai peralatan operasional berstandar internasional.
Simulasi Operasional Sudah Dilakukan
Untuk memastikan operasional perdana berjalan lancar, Bandara Soekarno-Hatta bersama Emirates, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, AirNav Indonesia, Imigrasi, Bea Cukai, Karantina, penyedia ground handling, dan berbagai instansi terkait telah melakukan koordinasi, verifikasi, serta simulasi operasional.
Seluruh proses telah diuji, mulai dari pendaratan pesawat, penanganan penumpang dan bagasi, hingga keberangkatan kembali menuju Dubai dikutip Antara.
Tak hanya itu, bandara juga menyiapkan berbagai Ground Support Equipment (GSE) khusus Airbus A380, seperti aircraft towing tractor, high lift loader, belt conveyor loader, container dollies, hingga pallet dollies agar seluruh proses pelayanan berlangsung aman, cepat, dan efisien.
Pesawat Komersial Terbesar di Dunia
Airbus A380-800 dikenal sebagai pesawat penumpang komersial terbesar di dunia. Pesawat ini memiliki konfigurasi dua dek penuh (full double deck), panjang sekitar 72,7 meter, bentang sayap 79,75 meter, serta mampu mengangkut lebih dari 600 penumpang, tergantung konfigurasi kabin yang digunakan.
Kehadirannya di Jakarta menjadi momentum penting yang menegaskan kesiapan Bandara Soekarno-Hatta melayani penerbangan internasional berkapasitas besar.