Senin, 10 Agustus 2026

Investasi 6 Perusahaan Tekstil Berpotensi Ciptakan Hampir 10 Ribu Lapangan Kerja Baru


 Investasi 6 Perusahaan Tekstil Berpotensi Ciptakan Hampir 10 Ribu Lapangan Kerja Baru Sejumlah pekerja menyelesaikan pembuatan pakaian di salah satu pabrik garmen di Banjarnegara, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/nz)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Gelombang investasi di industri tekstil dan produk tekstil (TPT) terus memberikan optimisme bagi perekonomian nasional. Sepanjang 2025 hingga Agustus 2026, investasi dari enam perusahaan tekstil dan garmen diperkirakan mampu menciptakan sekitar 9.000 hingga 9.800 lapangan kerja baru di berbagai daerah di Indonesia.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI), Rizal Tanzil Rakhman, mengatakan investasi tersebut bukan hanya menghadirkan fasilitas produksi baru, tetapi juga memberikan dampak berantai terhadap pertumbuhan ekonomi.

"Investasi industri tekstil dan pakaian jadi tidak hanya menghadirkan fasilitas produksi. Investasi ini juga menciptakan pekerjaan, meningkatkan ekspor, menggerakkan logistik, dan menumbuhkan kegiatan ekonomi baru di sekitar kawasan industri," ujar Rizal dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Menurut Rizal, kontribusi terbesar berasal dari pembangunan pabrik tekstil modern milik PT Xinhai Knitting Indonesia di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Fasilitas produksi yang difokuskan untuk memenuhi pasar ekspor tersebut diproyeksikan mampu menyerap sekitar 6.000 tenaga kerja.

Selain itu, pembangunan kawasan manufaktur tekstil terintegrasi di Subang Smartpolitan oleh PT Binkova Textiles Indonesia, PT Dafei Textile Indonesia, dan PT Serendipity Fashion Indonesia diperkirakan akan membuka 3.000 hingga 3.800 lapangan kerja baru.

Di Kabupaten Demak, PT FHG Tekstil Indonesia juga telah mulai beroperasi dan merekrut sekitar 600 tenaga kerja lokal. Sementara itu, PT Citra Terus Makmur di Kabupaten Sumedang telah menyelesaikan perluasan fasilitas produksinya, meskipun hingga kini perusahaan belum mengumumkan jumlah tambahan tenaga kerja yang berhasil diserap.

Tidak hanya investasi baru, pemulihan industri tekstil juga mulai terlihat. Pengoperasian kembali fasilitas produksi PT Wong Hang Bersaudara dan PT Akarsa Garment di Kabupaten Pemalang berhasil mengembalikan sekitar 1.500 kesempatan kerja yang sebelumnya hilang akibat penghentian operasional perusahaan.

Rizal menilai keberhasilan menarik investasi tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi industri tekstil nasional.

"Sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha perlu terus diperkuat. Dengan pasokan bahan baku dan energi yang kompetitif, tenaga kerja terampil, kemudahan investasi, akses ekspor, serta pengawasan terhadap impor ilegal dan praktik perdagangan tidak sehat, industri TPT memiliki peluang besar untuk terus tumbuh dan menjadi motor penciptaan lapangan kerja nasional," kata Rizal dikutip Antara.

Ia optimistis, apabila iklim investasi terus terjaga dan berbagai tantangan industri dapat diatasi secara bersama-sama, sektor tekstil dan produk tekstil akan semakin berperan sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menjadi penyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru