Sabtu, 12 September 2026

Indonesia Harus Unggul di Bidang Ekonomi Kreatif


 Indonesia Harus Unggul di Bidang Ekonomi Kreatif Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf. (Merdeka.com)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Ke depan Indonesia harus unggul di bidang ekonomi kretatif karena negara ini punya semua syarat yang diperlukan untuk menjadi pemenang.

“Indonesia harus menjadi leader, karena kita punya semua, keberagaman,” kata Ketua Badan Ekonomi Kreatif (Bekarf), Triawan Munaf, dalam pers conference The Wolrd Conference on Creative Ekonomi (WCCE) 2018, di Jakarta, Selasa 25 September 2018.

WCCE akan digelar di Nusa Nua Dua, Bali, 6 – 8 Nopember mendatang. Forum ini mempertemukan sekitar 1500 pelaku Ekonomi Kreatif, regulator dari 100 negara dan akademisi. Bekraf sebelumnya telah menggelar Pertemuan Persiapan WCCE di Bandung, 4 – 7 Desember 2017 dan di Jakarta 2-4 Mei 2018.

Triawan Munaf menegaskan, potensi ekonomi kreatif sangat luar biasa besar.Ia mengambi contoh apa yang dipasarkan Tokopedia bukan produk berbasis sumber daya alam tapi produk–produk kreatif. “Yang dijual Tokopedia bukan minyak dan gas,” ujarnya.

Pendiri Tokopedia, WilliamTanuwijaya, yang juga hadir dalam press conference menuturkan, perusahaannya maju karena keberadaan orang –orang kreatif, sebagian besar ibu rumah tangga dan mahasiswa. ”Generasi muda inilah yang akan membangun kreativitas, melalui brand – brand besar yang mereka ciptakan,” ujarnya.

Dengan digelarnya WCCE di Bali, Munaf berharap akan tercipta kolaborasi antara pelaku ekonomi kreatif di Indonesia dan mitranya di mancanegara. “WCCE bukan pameran, ini konferensi untuk berdiskusi secara terbuka. Di konferensi ini akan banyak lahir kesepakatan-kesepakatan, common understanding, kerja sama. Kita tidak bisa maju sendiri,” ujar Triawan Munaf.

Di bidang perfilman, misalnya, pemerintah Indonesia membuka pintu bagi investror asing. Triawan Munaf mengambil contoh film Wiro Sableng adalah film yang produksinya melibatkan inestor asing.

”Kita buka peluang investasi bagi investor dari luar. Jumlah layar(bioskop) kita naik dari 600 layar sekarang lebih dari 1000 layar,” ucap Triawan.

WCCE Nusa Dua juga bakal menarik antara tampilnya pencetus istilah Ekonomi Kreatif, John Howkins sebagai pembicara. John Howkins adalah tokoh yang pertama kali memperkenalkan istilah Ekonomi Kreatif dalam bukunya berjudul “The Creative Economy: How People Make Money from Ideas”, yang terbit pada 2001.

Pembicara lain yang juga bakal tampil antara lain produser film dan teater dari Nigeria, Bolanle Austen-Peters dan CEO China Film Corporation , Le Kexi. Sementara pembicara dari Indonesia antara lain Menteri Keuangan, Sri Mulyani dan pendiri dan pemilik Tokopedia, WilliamTanuwijaya.

Rencananya The Walt Disney Company juga akan hadir di WCCE di Nusa Dua. Perusahaan hiburan dari Amerika Serikat itu akan memanfaatkan momen WCCE untuk merayakan ulang tahun Mickey Mouse yang ke-90.

Sejauh ini Ekonomi Kreatif Indonesia berkembang pesat. Pada 2015 Ekomomi Kretaif menyumbang Rp 852 triliun atau 7,38 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Lalu pada tahun 2016 Ekonomi Kreatirf menyumbang PDB sebesar Rp922, 58 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 13,47 persen. Tahun 2017 menyumbang PDB sebesar Rp 990 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 17,4 persen dan

Tahun ini diproyeksikan menyumbang PDB sebesar Rp 1.041 triliun, menyerap tenaga kerja sebanyak 18,2 persen.

Tiga subsektor utama yang menopang Ekonomi Kreatif Indonesia yakni kuliner, fashion dan kriya. Subsektor ekonomi kreatif lain yang pertumbuhan bagus antara lain film animasi dan video, desain komunikasi visual, serta aplikasi dan pengembangan game.

 

 

 

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru