Loading
Zoey, Rumi, dan Mira adalah Huntr/x - trio Kpop yang juga berusaha menyelamatkan dunia dari kejahatan. (Netflix/bbc.com)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Tak ada yang menyangka sebuah grup K-Pop animasi bisa melangkah sejauh ini. Namun Huntr/x—trio fiktif beranggotakan Zoey, Rumi, dan Mira—resmi mencetak sejarah di Grammy. Lewat lagu “Golden” dari film KPop Demon Hunters, mereka menjadi proyek K-Pop pertama yang memenangkan Grammy untuk kategori lagu terbaik dari media visual.
Huntr/x bukan sekadar karakter animasi biasa. Di balik visual penuh aksi dan cerita tentang perburuan iblis, trio ini tampil layaknya grup pop sungguhan: koreografi kuat, persona yang jelas, dan lagu yang mudah melekat di kepala. “Golden” pun berkembang menjadi fenomena global, melampaui batas antara film, musik, dan budaya pop.
Penghargaan ini diumumkan dalam rangkaian awal Grammy di Los Angeles, bahkan sebelum malam puncak digelar. Tak berhenti di situ, lagu tersebut juga masuk nominasi lagu terbaik tahun ini—sebuah pencapaian yang nyaris tak terpikirkan untuk proyek animasi beberapa tahun lalu.
Kesuksesan Huntr/x berjalan seiring dengan performa luar biasa film KPop Demon Hunters di Netflix. Sejak dirilis pada Juni lalu, film ini menjelma menjadi salah satu tontonan paling banyak diputar sepanjang masa, dengan ratusan juta penayangan dari berbagai negara. Soundtrack-nya pun ikut melejit, memuncaki tangga lagu dan menghidupkan kembali tren film musikal modern dilaporkan dan dikutip dari bbc.com.
Momen ini menegaskan satu hal penting: musik K-Pop kini tak lagi terikat pada format konvensional. Ia bisa hadir lewat idol nyata, karakter animasi, hingga dunia sinematik—dan tetap diakui secara global. Grammy Huntr/x menjadi simbol bahwa kreativitas lintas medium bukan sekadar eksperimen, melainkan masa depan industri hiburan.
Di tengah persaingan ketat para musisi papan atas dunia, kemenangan Huntr/x terasa seperti penanda zaman. K-Pop tidak hanya diterima, tetapi diakui sebagai kekuatan budaya dan komersial yang serius. Dan kali ini, yang berdiri di panggung sejarah bukan manusia, melainkan trio animasi yang menyanyikan lagu tentang harapan, keberanian, dan kilau kemenangan.