Loading
NewJeans. (ADOR)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Konflik antara Min Hee-jin dan HYBE memasuki babak baru. Mantan CEO ADOR itu menyatakan kesediaannya melepas hak jual saham (put option) senilai 25,6 miliar won atau sekitar 17,7 juta dolar AS (sekitar Rp270 miliar) demi mendorong terciptanya perdamaian.
Langkah tersebut diambil dengan satu syarat: HYBE menghentikan seluruh tuntutan hukum terhadap para anggota NewJeans, mantan karyawan ADOR, hingga para penggemar yang ikut terseret dalam konflik.
Dalam konferensi pers yang dilaporkan media Korea Selatan, Hee-jin menegaskan bahwa nilai uang tersebut tidak sebanding dengan pentingnya memperbaiki industri hiburan.
“Uang 25,6 miliar won tidak lebih besar dari nilai memulihkan ekosistem K-pop yang sehat,” ujar Min Hee-jin.
Tak Ingin NewJeans Terpecah Fokus
Hee-jin mengaku prihatin melihat situasi hukum yang membayangi para personel NewJeans. Ia tidak ingin para anggota harus membagi perhatian antara tampil di panggung dan menghadapi proses pengadilan.
Menurutnya, sudah saatnya tercipta lingkungan kerja yang sehat agar para artis dapat berkembang tanpa tekanan hukum.
“Mari kita bertemu melalui karya, dalam musik dan penciptaan… bukan di ruang sidang,” katanya.
Mundur dari ADOR, Bangun Label Baru
Dalam kesempatan yang sama, Min Hee-jin juga mengumumkan dirinya resmi mundur dari jabatan CEO ADOR. Kini ia fokus membangun label independen bernama ooak Records untuk membina talenta baru di industri musik.
Keputusan ini menandai fase baru dalam perjalanan kariernya di industri K-pop, sekaligus menjadi sinyal bahwa ia ingin bergerak maju tanpa bayang-bayang konflik berkepanjangan.
Pertimbangan Ekonomi dan Regulasi
Hee-jin juga menyinggung perubahan Undang-Undang Komersial Korea Selatan yang akan berlaku pada Juli 2025, terutama terkait penguatan kewajiban fidusia kepada pemegang saham.
Ia menilai, di tengah kondisi ekonomi Korea Selatan yang sedang positif—terlihat dari indeks KOSPI yang melampaui angka 6.000—rekonsiliasi menjadi langkah paling rasional dan strategis.
Sementara itu, pihak HYBE belum memberikan respons resmi atas tawaran damai tersebut. Berdasarkan laporan media Korea, perusahaan itu telah mengajukan banding atas putusan pengadilan tingkat pertama terkait perkara put option yang sebelumnya dimenangkan Min Hee-jin di Pengadilan Distrik Pusat Seoul.
Selain sengketa tersebut, masih ada perkara hukum lain antara ADOR dan NewJeans yang telah diputus memenangkan ADOR, serta konflik dengan label lain di bawah naungan HYBE seperti Belift Lab dan Source Music yang belum sepenuhnya tuntas.
Konflik ini masih jauh dari kata selesai. Namun, langkah Min Hee-jin melepas hak finansial bernilai ratusan miliar rupiah menunjukkan bahwa pertaruhan yang dipilihnya bukan sekadar uang—melainkan masa depan industri K-pop dan para artis muda yang ia bina.