Penampilan aktor Tom Cruise dalam film terbaru Digger. (ANTARA/Instagram/@diggerthemovie)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Tom Cruise kembali membuktikan totalitasnya sebagai aktor. Kali ini, bintang Hollywood itu tampil nyaris tak dikenali dalam film terbaru berjudul Digger garapan sutradara pemenang Oscar, Alejandro G. Iñárritu.
Bukan lagi sosok pahlawan laga yang atletis, Cruise menjelma menjadi pria tua berperut buncit, berambut putih menipis, dengan logat Amerika Selatan yang kental. Transformasi fisik tersebut langsung mencuri perhatian sejak trailer perdana film dirilis.
Dalam Digger, Tom Cruise memerankan Digger Rockwell, seorang konglomerat minyak yang dituduh menjadi dalang di balik bencana ekologi berskala global. Di sisi lain, karakter ini juga digambarkan sebagai sosok yang memiliki kemampuan untuk mengatasi krisis pencairan gunung es yang semakin mengkhawatirkan.
Baca juga:
Putri Tom Cruise dan Katie Holmes Dikabarkan Hapus Nama Belakang ‘Cruise‘, Kini Gunakan Nama NoelleFilm produksi Warner Bros. tersebut dijadwalkan tayang pada 2 Oktober 2026.
Transformasi yang Sudah Lama Diimpikan
Alejandro G. Iñárritu mengungkapkan bahwa gagasan mengenai karakter Digger sudah muncul sejak dirinya menyelesaikan film The Revenant. Saat itu belum ada naskah ataupun konsep cerita yang matang, tetapi sosok Digger terus menghantui pikirannya selama bertahun-tahun.
Menurut Iñárritu, sejak awal hanya ada satu aktor yang ia bayangkan mampu memerankan karakter tersebut.
"Saya tahu siapa karakter ini. Film ini membutuhkan Tom. Kami sudah ingin bekerja sama sejak awal abad ini. Saya mengaguminya sebagai aktor selama bertahun-tahun," ujar Iñárritu.
Sang sutradara bahkan menyebut transformasi Tom Cruise menjadi Digger sebagai sesuatu yang luar biasa. Ia mengungkapkan Cruise pernah mengatakan bahwa dirinya membutuhkan waktu hingga 40 tahun untuk benar-benar siap memainkan karakter tersebut.
Tom Cruise Langsung Tertarik
Tom Cruise sendiri mengaku sudah lama mengagumi karya-karya Alejandro G. Iñárritu, terutama Amores Perros, film yang melambungkan nama sang sutradara pada tahun 2000.
Ketika pertama kali diperlihatkan konsep karakter Digger, Cruise langsung menyatakan kesiapannya.
"Alejandro hanya menunjukkan seperti apa penampilan karakter itu. Dia berkata, 'Saya ingin kamu terlihat seperti ini.' Saya langsung berpikir, 'Orang ini benar-benar berani.' Dan saya menjawab, 'Saya tidak sabar. Ayo kita kerjakan.'"
Cruise mengatakan setiap karakter memiliki pendekatan berbeda. Mulai dari bahasa tubuh, tata rias, hingga cara berbicara, semuanya dibangun secara bertahap agar karakter terasa hidup dan meyakinkan dilansir Antara.
Teknologi Sinema Klasik untuk Film Modern
Selain menghadirkan transformasi Tom Cruise, Digger juga menawarkan pendekatan sinematografi yang unik. Film ini direkam menggunakan format VistaVision dengan kamera rancangan tahun 1954, menghadirkan tampilan visual yang berbeda dari kebanyakan film modern.
Untuk proyek ini, Alejandro G. Iñárritu kembali bekerja sama dengan sinematografer peraih Oscar Emmanuel Lubezki, kolaboratornya saat menggarap The Revenant.
Menurut Cruise, penonton akan menemukan detail visual dan kompleksitas produksi yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
"Ketika Anda menonton Digger, Anda akan melihat begitu banyak lapisan dalam proses pembuatannya. Alejandro belum pernah membuat film seperti ini, dan saya pun belum pernah terlibat dalam film seperti ini," kata Tom Cruise.