Aktor Benedict Cumberbatch dalam perannya di film Doctor Strange in The Multiverse of Madness (ANTARA/IMDb/Benedict Cumberbatch)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Sejumlah aktor ternama Hollywood, termasuk bintang Marvel Benedict Cumberbatch, Alan Cumming, dan Benedict Wong, mendesak pemerintah Inggris untuk menghentikan rencana merger antara Paramount dan Warner Bros. Discovery (WBD). Mereka menilai penggabungan dua raksasa media tersebut berpotensi membawa dampak serius bagi industri film dan televisi Inggris.
Mengutip The Hollywood Reporter, Senin (27/7/2026), ketiga aktor itu menyampaikan kekhawatiran bahwa merger akan memicu pemutusan hubungan kerja di kalangan kru produksi, berkurangnya proyek film dan serial televisi, menurunnya pendanaan bagi film independen, hingga melemahnya eksistensi layanan penyiaran publik.
Dalam pernyataan bersama, mereka menegaskan bahwa industri kreatif Inggris sedang menghadapi ancaman besar.
"Inggris sedang menghadapi ancaman merger media yang akan merugikan pekerja, budaya, dan masyarakat. Namun ancaman itu masih bisa dihentikan," tulis mereka.
Surat Terbuka untuk Menteri Kebudayaan Inggris
Desakan tersebut telah disampaikan kepada Menteri Kebudayaan Inggris Lisa Nandy, yang memiliki kewenangan untuk mempertimbangkan aspek kepentingan publik dalam proses peninjauan merger.
Para aktor berharap pemerintah tidak hanya melihat sisi bisnis, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial, budaya, dan masa depan industri kreatif Inggris apabila merger tetap dilanjutkan.
Gugatan Juga Datang dari Amerika Serikat
Penolakan terhadap merger ini tidak hanya muncul di Inggris. Di Amerika Serikat, sebanyak 12 negara bagian yang dipimpin California telah mengajukan gugatan ke pengadilan federal untuk menghentikan proses merger.
Mereka menilai penggabungan perusahaan media tersebut berpotensi mengurangi persaingan usaha, menaikkan harga bagi konsumen, mengurangi jumlah produksi film, serta menurunkan kualitas tayangan yang dinikmati masyarakat.
Sementara itu, Paramount yang dimiliki Larry Ellison juga telah menyatakan tidak akan menyelesaikan proses akuisisi sebelum pengadilan memutuskan apakah kesepakatan tersebut melanggar aturan antimonopoli atau tidak.
Dikhawatirkan Picu Gelombang PHK
Menurut Cumberbatch dan rekan-rekannya, perjuangan menghentikan merger kini berlangsung di dua jalur, yakni melalui pengadilan di Amerika Serikat dan melalui kebijakan pemerintah Inggris.
Mereka menilai keputusan Lisa Nandy akan menjadi salah satu kebijakan paling penting bagi masa depan industri film, televisi, dan media Inggris dalam beberapa dekade mendatang.
Kekhawatiran tersebut juga diperkuat oleh kondisi keuangan Warner Bros. Discovery yang disebut memiliki utang sekitar 84 miliar dolar AS. Untuk meningkatkan efisiensi setelah merger, manajemen sebelumnya menjanjikan penghematan atau sinergi senilai 6 miliar dolar AS kepada investor.
Bagi para aktor, target efisiensi itu hampir pasti akan diwujudkan melalui pengurangan jumlah karyawan dan pemangkasan berbagai proyek produksi.
"Itulah yang membuat merger Paramount-Warner Bros. Discovery sangat berbahaya," tegas mereka dilansir Antara.