Loading
G-Dragon pilih bermintra dengan label indie Palestina. (Foto Koreaboo)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - G-Dragon merilis singel pertamanya POWER setelah tujuh tahun vakum pada tanggal 31 Oktober lalu. Para penggemarnya yang telah lama menunggu momen ini menyambut gembira.
Lagu yang dirilis menuai banyak pujian dari netizen. Namun lebih dari itu, kemitraannya dengan label independen EMPIRE asal Palestina menggemparkan dunia maya dan membuat hati banyak netizen, baik penggemar mau pun bukan penggemar G-Dragon melelh.
POWER dirilis bekerja sama dengan agensi G-Dragon di Korea, Galaxy Corporation, dan EMPIRE.
Netizen, dilansir Koreaboo, segera menyadari bahwa EMPIRE dimiliki oleh Ghazi Shami, seorang pengusaha Palestina yang secara konsisten vokal menentang serangan brutal Israel terhadap kehidupan warga Palestina, khususnya di Jalur Gaza.
Tahun lalu, ketika serangan Israel terhadap kehidupan sipil semakin biadab, penggemar K-Pop juga secara vokal mengkritik Zionisme dan pengaruh Zionis yang semakin besar dalam industri tersebut. Mengingat sentimen ini, pilihan G-Dragon untuk menandatangani kontrak dengan EMPIRE telah menarik perhatian yang signifikan. Apalagi sebagai ikon K-Pop, G-Dragon tidak kekurangan pilihan untuk bekerja sama. Jadi, banyak yang merasa bahwa pilihannya untuk bekerja sama dengan Ghazi sangat disengaja.
Penggemar K-Pop di berbagai fandom memuji keputusan G-Dragon untuk berbagi visibilitas dan platformnya dengan pemilik bisnis Palestina yang vokal di tengah lingkungan global yang semakin meningkat di mana suara Palestina menghadapi penolakan.