Loading
Ilustrasi - Menata ulang keuangan di awal tahun.(Net)
AWAL tahun sering jadi momen “fresh start”. Banyak orang bikin resolusi: ingin lebih sehat, lebih produktif, lebih fokus pada karier, sampai ingin lebih rajin nabung. Tapi ada satu hal yang sering keburu dilupakan padahal efeknya besar: merapikan kondisi keuangan.
Kalau tahun lalu kamu sering merasa “gajian lewat doang”, belum tentu pendapatanmu yang kurang—bisa jadi cara mengelolanya yang perlu disusun ulang. Karena itu, momen awal tahun cocok banget untuk evaluasi finansial dan bikin strategi baru supaya pengeluaran lebih terkontrol, target tercapai, dan hidup terasa lebih tenang.Pengeluaran orang Indonesia makin tinggi, terutama di kota besar
Data pengeluaran per kapita 2024 menunjukkan bahwa pengeluaran rata-rata bulanan individu terbagi menjadi dua: makanan dan bukan makanan.
Baca juga:
Purbaya Siap Keluarkan Dana Darurat untuk Bencana Sumatera, Tunggu Keputusan Status NasionalDKI Jakarta tercatat berada di posisi teratas dengan rata-rata pengeluaran total per kapita sekitar Rp2,79 juta per bulan. Angka yang tinggi ini banyak dipengaruhi oleh pengeluaran kategori bukan makanan (sekitar Rp1,68 juta), yang mencerminkan mahalnya biaya hidup seperti tempat tinggal, transportasi, dan kebutuhan rutin lainnya.
Fakta ini jadi pengingat: kalau tinggal di kota besar, tanpa perencanaan keuangan yang matang, uang gampang habis tanpa sadar.
5 Tips Menata Ulang Keuangan di Awal Tahun Ala Bank Neo Commerce:
1) Cek Ulang Pendapatan dan Pengeluaran Sepanjang Tahun Lalu
Baca juga:
Panduan Menata Keuangan Pasca LebaranLangkah pertama adalah yang paling krusial: lihat rekam jejak keuanganmu. Coba buka catatan transaksi atau mutasi rekening selama 12 bulan terakhir.Tujuannya jelas: kamu bisa menemukan pola—misalnya terlalu sering jajan impulsif, kebanyakan langganan aplikasi yang jarang dipakai, atau pengeluaran yang terasa kecil tapi rutin dan menumpuk.
Evaluasi ini penting agar kamu punya peta kondisi keuangan yang nyata, bukan berdasarkan perasaan.
2) Susun Anggaran Baru yang Lebih Realistis
Setelah evaluasi, saatnya bikin anggaran bulanan versi baru. Bedakan mana yang wajib dan rutin, mana yang bisa dipangkas.
Prioritaskan pengeluaran penting seperti:
Sederhananya: yang bikin hidup berjalan dulu, baru yang bikin hidup senang-senang.
3) Tetapkan Tujuan Finansial Biar Ada Arah
Keuangan tanpa tujuan sering bikin kita gampang “nyasar”. Maka, bikin target finansial yang jelas untuk 1 tahun ke depan.
Misalnya:
Caranya simpel: cari tahu perkiraan biayanya, lalu hitung berapa yang perlu disisihkan per bulan tanpa mengganggu kebutuhan utama.
4) Jangan Menunda Dana Darurat
Ini yang sering disepelekan padahal paling menyelamatkan: dana darurat.
Penting diingat: dana darurat bukan untuk keinginan impulsif. Nonton konser itu seru, tapi bukan keadaan darurat.
Dana darurat dipakai untuk hal tak terduga seperti:
Idealnya, dana darurat disiapkan sebesar:
5) Mulai Investasi, tapi Pilih yang Sesuai Profil Risiko
Kesadaran investasi di Indonesia makin meningkat. Namun yang paling penting bukan ikut-ikutan—melainkan paham instrumen yang sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko.
Secara umum, profil risiko biasanya terbagi:
Kalau profil risikomu sudah jelas, memilih instrumen akan lebih mudah, dan kamu bisa lebih tenang menjalankan strategi investasi untuk mencapai tujuan finansial.
Bank Neo Commerce Dorong Masyarakat Reset Finansial di Awal Tahun
PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) menekankan pentingnya masyarakat mengevaluasi kondisi finansial dan menata ulang rencana keuangan di awal tahun. BNC juga menghadirkan berbagai layanan finansial yang dapat diakses melalui aplikasi neobank, termasuk pilihan investasi.
Salah satu produk yang tersedia adalah Deposito WOW dengan bunga kompetitif sekitar 5% hingga 7,5%, tenor mulai 7 hari hingga 1 tahun, serta nominal mulai Rp100 ribu. Nasabah juga bisa mengaktifkan fitur rollover otomatis agar dana deposito dapat diperpanjang kembali setelah jatuh tempo.
Selain deposito, ada juga reksa dana yang memungkinkan masyarakat memulai investasi dengan nominal terjangkau. Prosesnya mencakup pembuatan SID, penentuan profil risiko, lalu pemilihan produk reksa dana.
Direktur Bisnis PT Bank Neo Commerce Tbk, Aditya Windarwo, menekankan bahwa saat ini produk investasi semakin mudah dijangkau masyarakat, termasuk segmen non-profesional seperti ibu rumah tangga maupun mahasiswa, karena nominal awal investasi kini makin kecil dan praktis diakses melalui ponsel.
Resolusi Finansial Dimulai dari Kebiasaan Kecil
Banyak orang ingin “punya uang lebih” di tahun baru. Tapi langkah paling realistis bukan menunggu pendapatan naik—melainkan membenahi sistem pengelolaan uang.Mulai dari evaluasi, susun anggaran, buat tujuan, siapkan dana darurat, lalu investasi sesuai kemampuan. Pelan-pelan saja, yang penting konsisten—karena kesehatan finansial bukan soal cepat, tapi soal terarah.