Arsip foto Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi ANTARAAnadolupy Anadolu
TOKYO, ARAHKITA.COM – Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi melakukan perombakan kabinet pertamanya pada Kamis (17/9/2026). Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas pemerintahan menjelang sidang luar biasa parlemen yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Oktober mendatang.
Dalam reshuffle tersebut, sejumlah menteri tetap dipertahankan, sementara tujuh nama baru masuk ke dalam jajaran kabinet. Tiga posisi utama yang tetap dipertahankan berada di sektor keuangan, diplomasi, dan pertahanan.
Menteri Keuangan Satsuki Katayama, Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi, dan Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi tetap berada dalam kabinet Takaichi. Selain itu, Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara, Menteri Kebijakan Ekonomi dan Fiskal Minoru Kiuchi, serta Menteri Ketahanan Ekonomi Kimi Onoda juga masih dipercaya menduduki posisi masing-masing.
“Kabinet yang telah diperbarui ini adalah kabinet yang penuh tekad, tantangan, dan tindakan nyata. Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan kami,” ujar Takaichi, perdana menteri perempuan pertama Jepang.
Hayashi Dicopot dari Kabinet
Salah satu perubahan yang cukup mencolok adalah pencopotan Yoshimasa Hayashi dari posisi Menteri Dalam Negeri. Posisinya kini ditempati Hisayuki Fujii, anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Demokrat Liberal (LDP).
Hayashi sebelumnya dikenal sebagai salah satu tokoh dekat mantan Perdana Menteri Fumio Kishida. Namanya juga diperkirakan menjadi salah satu pesaing Takaichi dalam pemilihan ketua LDP tahun depan.
Selain Hayashi, dua nama yang disebut berpotensi menjadi rival Takaichi, yakni Toshimitsu Motegi dan Shinjiro Koizumi, justru tetap dipertahankan dalam kabinet.
Meski demikian, Takaichi membantah bahwa reshuffle tersebut berkaitan dengan persaingan internal menjelang pemilihan pimpinan LDP.
“Ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan pemilihan pimpinan,” kata Takaichi.
Ia menjelaskan bahwa keputusan mempertahankan sejumlah menteri didasarkan pada kebutuhan menjaga keberlanjutan pemerintahan. Sementara itu, sejumlah anggota parlemen yang dinilai memiliki kinerja baik di daerah pemilihan masing-masing diberi kesempatan masuk ke dalam kabinet.
Takaichi tidak memberikan komentar khusus mengenai keputusan mengganti Hayashi.
Dorong Ekonomi dan Perkuat Kebijakan Keamanan
Dalam kabinet barunya, Takaichi berjanji mempercepat langkah untuk membangun ekonomi Jepang yang lebih kuat.
Pemerintah akan mendorong kebijakan fiskal yang disebutnya sebagai kebijakan yang “bertanggung jawab dan proaktif”. Selain ekonomi, Takaichi juga berencana meninjau tiga dokumen utama mengenai keamanan Jepang sebelum akhir tahun.
Perombakan kabinet ini juga memperlihatkan semakin kuatnya kerja sama politik antara LDP dan Japan Innovation Party (JIP).
Salah satu wajah baru adalah Hiroshi Nakatsuka, mantan Sekretaris Jenderal JIP. Partai yang berbasis di Osaka tersebut telah beraliansi dengan LDP sejak Oktober 2025 dikutip Antara.
Nakatsuka menjadi menteri pertama dari JIP dan dipercaya menangani reformasi regulasi dan administrasi serta kebijakan terkait anak-anak.
Menurut Takaichi, masuknya Nakatsuka ke kabinet menjadi simbol dimulainya fase baru pemerintahan koalisi LDP-JIP.
Selain Nakatsuka, nama baru lainnya adalah Hiroyoshi Sasagawa yang ditunjuk sebagai Menteri Lingkungan dan Tatsunori Ibayashi sebagai Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata.
Dua Menteri Baru Pernah Disanksi LDP
Di tengah reshuffle, keputusan Takaichi menunjuk Yoshihiro Seki sebagai Menteri Pendidikan dan Kazuo Yana sebagai Menteri Pertanian juga menjadi perhatian.
Keduanya sebelumnya pernah dikenai sanksi oleh LDP terkait skandal penggelapan dana politik pada akhir 2023.
Langkah tersebut menjadi salah satu bagian yang mendapat sorotan dalam susunan kabinet baru Takaichi.
Sementara itu, tingkat dukungan terhadap kabinet Takaichi dalam beberapa bulan terakhir berada di kisaran 50 persen, setelah sebelumnya sempat mencapai sekitar 70 persen.
LDP Bersiap Hadapi Sidang Parlemen
Sehari sebelum reshuffle kabinet, tepatnya Rabu (16/9), Takaichi juga melakukan perubahan terhadap jajaran pimpinan LDP.
Namun, sejumlah tokoh penting tetap dipertahankan. Di antaranya Wakil Presiden LDP Taro Aso, yang pernah menjabat sebagai perdana menteri Jepang pada 2008-2009, serta Sekretaris Jenderal LDP Shunichi Suzuki.
Setelah perombakan kabinet dan struktur partai tersebut, pemerintahan Takaichi bersama LDP akan menghadapi sidang luar biasa parlemen.
Salah satu agenda yang diperkirakan menjadi perhatian adalah rencana penurunan pajak konsumsi untuk makanan dan minuman dari 8 persen menjadi 1 persen selama dua tahun mulai April 2027.
Selain itu, parlemen berpotensi kembali membahas rancangan undang-undang reformasi politik yang bertujuan mengurangi jumlah kursi di majelis rendah.
Pembahasan RUU tersebut sebelumnya ditunda pada sidang parlemen lalu setelah memicu kontroversi dan kritik dari sejumlah partai oposisi.
Pada Jumat (18/9), Takaichi diperkirakan akan menunjuk pejabat baru untuk posisi wakil menteri senior dan wakil menteri parlementer di berbagai kementerian.
Dengan susunan kabinet yang telah diperbarui, pemerintah Takaichi kini bersiap menghadapi agenda politik dan ekonomi yang cukup padat dalam beberapa bulan ke depan.