Minggu, 27 September 2026

Ekshumasi Sutrimo, PDFMI Kerahkan Tim Ahli untuk Ungkap Penyebab Kematian


 Ekshumasi Sutrimo, PDFMI Kerahkan Tim Ahli untuk Ungkap Penyebab Kematian Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mendampingi Ketua Perhimpunan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI) Brigjen Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti melakukan ekshumasi jenazah Sutrimo di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (12/8/2026). ANTARA/HO-Humas Polda Metro Jaya.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Misteri penyebab kematian almarhum S alias Sutrimo mulai ditelusuri melalui pemeriksaan forensik secara menyeluruh. Tim gabungan Perhimpunan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI) melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (12/8/2026).

Ekshumasi dilakukan atas permintaan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya dengan melibatkan Polda Jawa Tengah dan Polresta Banyumas.

Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya penyidik melengkapi bukti ilmiah atau scientific crime investigation dalam penanganan perkara terkait kematian Sutrimo.

PDFMI Libatkan Tim Ahli Lintas Disiplin

Ketua PDFMI Brigjen Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti mengatakan pemeriksaan jenazah tidak hanya dilakukan oleh dokter forensik. PDFMI menurunkan tim ahli dari berbagai disiplin ilmu untuk memastikan setiap temuan dapat dianalisis secara ilmiah.

Selain dokter spesialis forensik dan medikolegal, tim juga melibatkan ahli laboratorium forensik, toksikologi, DNA, hingga histopatologi anatomi.

“Selain dokter spesialis forensik dan medikolegal, kami melibatkan ahli laboratorium forensik, toksikologi, DNA, serta histopatologi anatomi,” kata Hastry dalam keterangannya, Rabu (12/8/2026).

Menurut Hastry, seluruh pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dan komprehensif dengan menggabungkan hasil pemeriksaan medis serta analisis laboratorium.

Tidak Hanya Memeriksa Jenazah

Proses ekshumasi tidak hanya berfokus pada kondisi tubuh Sutrimo. Tim forensik juga melakukan pemeriksaan terhadap makam dan lingkungan di sekitarnya.

Petugas mengukur dimensi makam, mengamati jenis serta kontur tanah, hingga mengambil sampel tanah di area pemakaman untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengumpulkan sebanyak mungkin informasi yang dapat membantu proses analisis forensik.

Namun, PDFMI belum dapat menyimpulkan penyebab kematian Sutrimo. Sampel yang telah diambil masih harus menjalani pemeriksaan dan analisis di laboratorium.

“Pemeriksaan ini diharapkan dapat membantu menjelaskan apakah kematian tersebut bersifat alamiah atau tidak alamiah,” ujar Hastry.

Keluarga Berikan Izin Ekshumasi

Polda Metro Jaya memastikan proses ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo di Banyumas berlangsung sesuai jadwal dan telah mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan keluarga almarhum telah memberikan izin resmi kepada penyidik untuk melakukan pembongkaran makam.

“Keluarga almarhum telah memberikan izin dan persetujuan resmi terhadap pelaksanaan ekshumasi. Kami mengajak masyarakat dan rekan-rekan media memberikan ruang empati kepada keluarga almarhum,” kata Budi.

Menurut Budi, persetujuan keluarga menjadi pijakan penting bagi penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk melanjutkan proses penyidikan berdasarkan laporan masyarakat.

Dalam prosesnya, Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Polda Jawa Tengah dan Polresta Banyumas.

Ekshumasi Dilakukan dalam Beberapa Tahapan

Budi menjelaskan proses ekshumasi dilakukan melalui sejumlah tahapan. Dimulai dengan pembongkaran makam, kemudian pemeriksaan bagian luar untuk memastikan identitas jenazah.

Setelah itu, tim melakukan pemeriksaan terhadap bagian dalam tubuh atau organ jenazah yang ditangani oleh PDFMI.

Sampel yang diperoleh selanjutnya akan menjalani pemeriksaan laboratorium, termasuk analisis toksikologi, DNA, dan histopatologi anatomi.

Polda Metro Jaya menyatakan hasil pemeriksaan laboratorium akan disampaikan secara transparan kepada publik dan keluarga setelah seluruh proses analisis selesai dikutip Antara.

Menunggu Hasil Pemeriksaan Laboratorium

Dengan melibatkan berbagai ahli, ekshumasi jenazah Sutrimo diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai kondisi almarhum dan membantu mengungkap penyebab kematiannya.

Meski demikian, hasil ekshumasi belum dapat langsung disimpulkan pada hari pemeriksaan. Seluruh sampel yang diperoleh harus melalui proses analisis laboratorium sebelum tim forensik memberikan kesimpulan.

Hasil pemeriksaan tersebut nantinya diharapkan menjadi bagian penting dalam proses penyidikan untuk mengungkap perkara berdasarkan bukti ilmiah.Dengan demikian, penyebab kematian Sutrimo masih menunggu hasil pemeriksaan dan analisis dari tim ahli PDFMI serta laboratorium terkait.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Hukum & Kriminalitas Terbaru