Jenderal Pol Suyudi Ario Seto Kapolri baru pengganti Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (kanan) usai acara pelantikan, Kamis (1/10/2026). (Foto: Youtube Setpres)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Perombakan jabatan di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) langsung bergulir pada awal kepemimpinan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Sebanyak 19 kepala kepolisian daerah (Kapolda) mendapat penugasan baru melalui mutasi dan rotasi jabatan yang diumumkan pada 2 Oktober 2026.
Salah satu perubahan penting terjadi di Polda Metro Jaya. Kapolri menunjuk Irjen Pol. Dadang Hartanto untuk mengisi posisi Kapolda Metro Jaya, menggantikan Komjen Pol. Asep Edi Suheri yang mendapat penugasan baru sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri.
Pergantian tersebut menjadi bagian dari penyegaran organisasi kepolisian yang mencakup sejumlah wilayah di Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara hingga kawasan Sulawesi dan Maluku.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi. Kebijakan tersebut dilakukan berdasarkan kebutuhan institusi, sekaligus menjadi bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” kata Johnny dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (3/10/2026).
Dadang Hartanto Pimpin Polda Metro Jaya
Pergantian Kapolda Metro Jaya menjadi salah satu perhatian dalam mutasi kali ini. Irjen Pol. Dadang Hartanto yang sebelumnya menjabat Kapolda Maluku kini mendapat kepercayaan memimpin Polda Metro Jaya.
Sementara itu, Irjen Pol. Suwondo Nainggolan ditugaskan sebagai Kapolda Maluku dan Irjen Pol. Suhendri dipercaya menjabat Kapolda Kepulauan Riau.
Perubahan juga menyentuh wilayah Sumatera. Irjen Pol. Arman Achdiat mendapat penugasan sebagai Kapolda Riau, Irjen Pol. Jawari menjadi Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol. Widodo menjabat Kapolda Jambi, Brigjen Pol. Sonny Irawan ditugaskan sebagai Kapolda Sumatera Utara, serta Brigjen Pol. Rony Samtana sebagai Kapolda Sumatera Selatan.
Di Pulau Jawa, sejumlah posisi pimpinan kepolisian daerah juga mengalami pergantian.
Irjen Pol. Hengki ditugaskan sebagai Kapolda Jawa Barat, Brigjen Pol. Roy Hardi Siahaan sebagai Kapolda Jawa Tengah, dan Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono dipercaya memimpin Polda Jawa Timur.
Adapun jabatan Kapolda Banten diberikan kepada Brigjen Pol. Hendra Kurniawan. Sementara itu, Brigjen Pol. Pasma Royce mendapat penugasan sebagai Kapolda Bali dan Irjen Pol. Langgeng Purnomo sebagai Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta.
Rotasi Menjangkau Wilayah Indonesia Timur
Penyegaran organisasi juga mencakup sejumlah kepolisian daerah di kawasan Indonesia timur.
Irjen Pol. Reza Arief Dewanto ditugaskan sebagai Kapolda Nusa Tenggara Timur. Untuk wilayah Sulawesi, Irjen Pol. M. Awal Chairuddin mendapat penugasan sebagai Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Rizal Irawan sebagai Kapolda Sulawesi Tengah, dan Irjen Pol. Totok Suharyanto sebagai Kapolda Sulawesi Barat.
Sementara itu, Irjen Pol. Nurworo Danang dipercaya menjabat Kapolda Gorontalo.
Dengan penugasan tersebut, sebanyak 19 posisi Kapolda mengalami pergantian dalam mutasi yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.
Mutasi tersebut tidak hanya mencakup jajaran Kapolda, tetapi juga sejumlah posisi strategis di lingkungan Mabes Polri dan kewilayahan.
Dalam rangkaian kebijakan tersebut, para pejabat yang mendapatkan penugasan baru diharapkan segera menyesuaikan diri dengan tanggung jawab masing-masing. Mereka juga diminta melanjutkan program kerja yang telah berjalan serta memastikan pelayanan kepolisian kepada masyarakat tetap optimal.
Johnny menegaskan, setiap personel yang memperoleh amanah jabatan baru diharapkan mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan sebaik-baiknya.
“Setiap personel yang mendapat amanah jabatan baru tentu diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, melanjutkan tugas yang sudah berjalan dan memberikan pelayanan kepolisian yang optimal kepada masyarakat,” ujarnya.
Mutasi ini menjadi salah satu langkah awal penataan organisasi Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Perubahan kepemimpinan di tingkat daerah selanjutnya diharapkan dapat menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian di berbagai wilayah Indonesia.