Mobil Patroli Freeport Kembali Ditembak KKB di Mile 63


 Mobil Patroli Freeport Kembali Ditembak KKB di Mile 63 Mobil LWB yang ditembak KKB di mile 63, Minggu (29/4/2018) pagi tadi. (Istimewa)

TIMIKA, ARAHKITA.COM - Dua hari setelah teror penembakan di pemukiman ekspatriat Hiden Valley mile 66, Distrik Tembagapura, Jumat (27/4/2018) pagi lalu, aksi serupa kembali terjadi di akses jalan tambang PT Freeport Indonesia (PTFI) di mile post (MP) 63, Minggu (29/4/2018).

Insiden penembakan yang kembali dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata/Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKB/KKSB) pada pukul 09.45 WIT kemarin mengakibatkan kerusakan pada mobil partoli zona 4 echo milik PTFI.

Mobil Toyota LWB warna putih dengan nomor lambung 01-5265 yang ditumpangi dua anggota Brimob Satgas Obyek Vital nasional (Obvitnas) PTFI itu ditembak saat melintas di Mile 63.

Mobil yang dikemudikan oleh Mr Wili dan Samsahril, karyawan PT JDA Indonesia diberondong tembakan dalam perjalanan dari area high land menuju low land kawasan konsesi Freeport saat mengawal 14 bus yang memobilisasi karyawan perusahaan tambang terbesar di dunia.

Kendaraan pengawal 01.5285 tersebut berada paling depan saat konvoi, disusul kendaraan pengawal lainnya yaitu mobil LWB bernomor lambung 01-3406 yang dikemudikan Leonard Sante (karyawan PT Otomona Jaya) yang ditumpangi 3 orang penumpang, dua diantaranya merupakan anggota Satgas TNI. 

Saat mobil LWB 01-5285 ditembak di mile 63, dua anggota Brimob yang menumpangi mobil tersebut lantas membalas menembak ke arah perbukitan yang disinyalir datanganya teror penembakan oleh KKB .

Rentetan tembakan pun terjadi lantas mengenai kendaraan pengawal 01.5285 pada bagian kap dan ban kiri.

Beruntung serangan senjata api tidak menyebabkan adanya korban jiwa maupun luka-luka.

Pasca terjadinya penembakan, pihak perusahaan dan aparat keamanan terpaksa menghentikan sementara konvoi bus karyawan dari dan ke Timika-Tembagapura.

Saat itu juga, aparata gabungan mendatangi lokasi TKP langsung melakukan penyisiran dan mengejar pelaku, serta mengamankan dan melakukan olah TKP.

Dari hasil olah TKP ditemukan 9 selongsong peluru yang diduga milik KKB, juga ditemukan sebatang kayu penyangga sandaran senjata api.Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto saat dikonfirmasi media ini via WhatsAppnya membenarkan kejadian tersebut.

"Benar penembakan kembali terjadi, dan alhamdulilah aktifitas sudah kembali berjalan normal,"kata Kapolres singkat.

Sementara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) setelah melakukan teror penembakan serta-merta mengeluarkan rilis yang menyatakan bertanggung jawab atas teror penembakan tersebut.

Kelompok sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM) juga menegaskan akan terus melancarkan serangan terhadap aparat pengamanan di kawasan tambang Freeport hingga misi referendum bangsa Papua terwujud. 

“Kami akan  terus lakukan penyerangan karena 8 syarat yang kami ajukan ke pemerintah belum dan tidak ditanggapi," kata Kepala Staf Komando Daerah Pertahanan (Kodap) III TPNPB Kali Kopi, Hengky Wanmang dalam rilisnya. (MLS)

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Hukum & Kriminalitas Terbaru