Ajaib, Balita Selamat Setelah Jatuh dari Lantai 18 Apartemen


 Ajaib, Balita Selamat Setelah Jatuh dari Lantai 18 Apartemen Ajaib, Batita Selamat Setelah Jatuh dari Lantai 18 Apartemen (Liputan6/Shanghaiist)

HANGZHOU, ARAHKITA.COM - Seorang balita laki-laki berusia tiga tahun di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok, secara mengejutkan selamat setelah jatuh dari lantai 18 apartemen. Kejadian yang nyaris berujung tragis itu, terjadi ketika sang anak dititipkan kepada kakek dan neneknya.

Menurut laporan media lokal Jimu News, kakek dan nenek balita itu mengira cucu mereka sedang tidur, lalu pergi keluar untuk membeli bahan makanan. Mereka mengunci pintu apartemen untuk memastikan si kecil tidak keluar.

Namun, balita tersebut terbangun, berjalan menuju kamar mandi, lalu memanjat toilet dan keluar melalui jendela yang terbuka, yang ternyata tidak memiliki palang pengaman.

Tanpa pengawasan, bocah tersebut terjatuh dari lantai 18. Ajaibnya, ia mendarat di atas dahan pohon yang cukup tebal sebelum akhirnya jatuh ke semak-semak di permukaan tanah, alih-alih menghantam beton. Semak-semak tersebut jelas turut meredam benturan fatal.  

Warga yang tinggal di komunitas apartemen tersebut menemukan anak itu tergeletak di lantai dan segera merekam serta melaporkan insiden itu ke grup manajemen properti. Ayah balita, yang hanya diidentifikasi sebagai Zhu, mengetahui kejadian itu setelah melihat pesan dan video di grup, dan awalnya tidak mempercayai bahwa anaknya benar-benar jatuh dari lantai 18 sampai ia melihat rekaman CCTV.

Staf manajemen segera menghubungi polisi dan tim medis. Balita itu langsung dilarikan ke Rumah Sakit Fakultas Kedokteran Universitas Zhejiang. Tim dokter menggambarkan selamatnya anak tersebut sebagai sebuah keajaiban medis. Ia mengalami patah tulang pada lengan kiri, cedera tulang belakang, dan kerusakan organ dalam, namun tidak mengalami cedera pada kepala dan tetap dalam kondisi sadar.

Yang mengejutkan para tenaga medis, sesaat setelah dirawat, balita tersebut bahkan meminta mainan karakter “Bumblebee” kepada ayahnya. Saat ini, kondisi kesehatannya dilaporkan terus membaik dan dalam proses pemulihan.

Sebagai bentuk rasa syukur dalam tradisi Tiongkok, keluarga anak itu mengikatkan bunga merah besar di sekitar pohon yang telah menyelamatkan nyawanya. Dalam budaya Tiongkok, bunga merah besar adalah simbol kehormatan dan rasa terima kasih yang mendalam.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru