Venezuela Minta PBB Kecam Serangan AS di Laut Karibia


 Venezuela Minta PBB Kecam Serangan AS di Laut Karibia Venezuela Minta PBB Kecam Serangan AS di Laut Karibia. (Antaranews/Antara/Suwanti)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Venezuela secara resmi meminta Dewan Keamanan PBB untuk menyatakan bahwa serangan militer Amerika Serikat terhadap kapal-kapal di lepas pantainya adalah tindakan ilegal. Pemerintah Venezuela juga mendesak badan internasional itu untuk mengeluarkan deklarasi yang mendukung kedaulatan negara dan menolak agresi asing.

Permintaan itu disampaikan melalui Perwakilan Tetap Venezuela untuk PBB, Samuel Moncada. Dalam pernyataannya, ia menyebut serangan AS sebagai bentuk pelanggaran hukum internasional yang mengancam perdamaian dan stabilitas kawasan Amerika Latin dan Karibia.

Moncada menyoroti sejumlah tindakan yang menurutnya menunjukkan pola ancaman sistematis dari Amerika Serikat terhadap Venezuela. Di antaranya adalah eksekusi di luar hukum, pengerahan pasukan AS di kawasan, retorika agresif terhadap pemerintahan Venezuela, serta dugaan operasi rahasia CIA yang bertujuan menjatuhkan pemerintahan Presiden Nicolás Maduro.

Ia mengutip pernyataan mantan Presiden AS Donald Trump, yang pernah mengonfirmasi bahwa dirinya mengizinkan CIA melakukan operasi rahasia di wilayah Venezuela. Trump juga dikabarkan mempertimbangkan "jalur darat" untuk menindak kartel narkoba di wilayah tersebut.

Moncada menegaskan bahwa Venezuela menuntut penghormatan penuh terhadap kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas wilayahnya sebagai syarat mutlak untuk menjaga perdamaian kawasan. Menurutnya, ada upaya sistematis yang bertujuan menciptakan konflik yang dapat mengguncang stabilitas regional.

Ia juga menyebut bahwa telah terjadi lima serangan ilegal dengan korban jiwa mencapai 27 orang. Beberapa korban diketahui merupakan warga negara Kolombia dan Trinidad dan Tobago. “Ada seorang pembunuh yang berkeliaran di Karibia, haus darah, dan membunuh semua orang yang bekerja di laut,” kata Moncada.

Serangan terbaru dilaporkan terjadi pada 14 Oktober, ketika sebuah kapal kecil yang tengah berhenti di Laut Karibia, beberapa mil dari pantai Venezuela, menjadi sasaran. Moncada menuduh Amerika Serikat "mengada-adakan konflik" untuk membenarkan intervensi militer.

Dia menegaskan bahwa Venezuela tidak menginginkan perang dan menyerukan kepada masyarakat internasional, khususnya rakyat Amerika, untuk menolak eskalasi militer. “Ada waktu untuk menghentikan kegilaan ini; kami tidak menginginkan perang, dan kami tahu rakyat Amerika tidak menginginkannya juga,” tegasnya.

Amerika Serikat, dilansir Antara, diketahui telah memerintahkan peningkatan operasi militer di kawasan Karibia selatan dan telah melancarkan sedikitnya lima serangan terhadap kapal di dekat wilayah Venezuela dalam beberapa bulan terakhir.

Meski Venezuela bersama Rusia dan China telah meminta Dewan Keamanan PBB untuk bertindak, potensi dikeluarkannya resolusi sangat kecil mengingat Amerika Serikat sebagai anggota tetap memiliki hak veto. Dewan Keamanan baru menggelar pertemuan perdananya pekan ini untuk membahas situasi yang makin memanas.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru