Jelang Dilantik, Zohran Mamdani Tegaskan Komitmen Lawan Islamofobia di New York


 Jelang Dilantik, Zohran Mamdani Tegaskan Komitmen Lawan Islamofobia di New York Wali Kota New York, Amerika Serikat, Zohran Mamdani. ANTARA/Anadolu/aa.

JAKARTA, ARAHKITA.COM — Wali Kota terpilih New York, Zohran Mamdani, menegaskan komitmennya untuk memerangi Islamofobia dan rasisme terhadap warga Palestina ketika mulai menjabat dalam waktu dekat.

Pernyataan tersebut disampaikan Mamdani di tengah meningkatnya kekhawatiran atas maraknya ujaran kebencian, intimidasi digital, hingga ancaman kekerasan yang menargetkan komunitas Muslim dan Palestina di Amerika Serikat. Fenomena ini kerap diperparah oleh spekulasi serta teori konspirasi yang menyebar luas di media sosial.

“Sebagai Wali Kota, saya akan menjadikan tugas saya untuk menjaga, melindungi, dan merayakan seluruh warga New York—serta melawan Islamofobia dan rasisme anti-Palestina di setiap sudut kota,” ujar Mamdani, Selasa malam waktu setempat.

Ia mengaitkan komitmen tersebut dengan pengalaman pribadinya saat berbincang dengan seorang mahasiswa Palestina yang menjadi sasaran perundungan daring dan ancaman pembunuhan. Kisah itu, menurut Mamdani, mencerminkan tantangan nyata yang dihadapi generasi muda Muslim dan Palestina saat ini.

Melalui platform X, Mamdani mengungkap bahwa mahasiswa tersebut adalah Mustapha Kharbouch, mahasiswa Brown University. Ia menjadi target serangan daring setelah fotonya mengenakan keffiyeh beredar luas di internet.

Penyebaran foto itu memicu gelombang komentar bermuatan kebencian, termasuk praktik doxing—penyebaran data pribadi secara daring—yang dinilai Mamdani sebagai bentuk nyata Islamofobia dan rasisme anti-Palestina. Ancaman tersebut, kata dia, tidak hanya melukai individu, tetapi juga mencederai nilai kebebasan dan keberagaman yang selama ini menjadi identitas New York.

Dalam percakapan mereka, Kharbouch turut berbagi cerita mengenai ketertarikannya pada studi hubungan internasional dan antropologi, pengalaman magang musim panas di New York City, serta rencananya melanjutkan studi doktoral.

Bagi Mamdani, kisah tersebut mencerminkan semangat generasi muda yang ingin berkontribusi positif bagi kota. Ia pun menyampaikan pesan dukungan secara langsung.

“Saya mengatakan kepada Mustapha bahwa kami akan dengan senang hati menyambutnya kembali di New York City,” ujarnya dilansir Antara.

Mamdani sendiri mencatat sejarah sebagai wali kota Muslim pertama yang terpilih memimpin New York. Ia dijadwalkan dilantik pada 1 Januari, bertepatan dengan perayaan Tahun Baru.

Menutup pernyataannya, Mamdani menegaskan tekadnya untuk menjadikan New York sebagai kota yang aman, inklusif, dan tegas melawan segala bentuk diskriminasi—tanpa kecuali.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru