Loading
Ilustrasi - Seorang petugas polisi berjaga setelah insiden penembakan di dalam gedung nomor 345 di Park Avenue, New York, AS pada 29 Juli 2025. ANTARA/Xinhua
NEW YORK, ARAHKITA.COM — Insiden penembakan mengguncang lingkungan Universitas Brown di Providence, Rhode Island, Amerika Serikat, pada Sabtu sore (13/12/2025) waktu setempat. Peristiwa tragis tersebut menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai beberapa korban lainnya.
Kepolisian Providence mengonfirmasi bahwa tembakan terjadi di area kampus yang berdekatan dengan fasilitas akademik dan riset. Aparat penegak hukum langsung dikerahkan ke lokasi untuk mengamankan situasi dan melakukan penyelidikan.
“Terjadi beberapa tembakan di area Universitas Brown. Penyelidikan masih berlangsung. Masyarakat diminta berlindung di tempat aman atau menghindari area kampus hingga pemberitahuan lebih lanjut,” tulis Kepolisian Providence melalui platform X.
Sekitar pukul 16.20 waktu setempat, mahasiswa dan civitas akademika menerima pesan peringatan darurat melalui sistem kampus. Dalam pesan tersebut, pihak universitas meminta seluruh mahasiswa untuk mengunci pintu ruangan, mengaktifkan mode senyap pada ponsel, serta tetap bersembunyi hingga kondisi dinyatakan aman.
Peringatan itu juga memuat panduan keselamatan standar dalam situasi darurat penembakan, yakni lari jika memungkinkan, bersembunyi jika tidak dapat melarikan diri, dan melawan hanya sebagai pilihan terakhir untuk melindungi diri.
Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih melakukan penyisiran di sekitar kampus guna memastikan tidak ada ancaman lanjutan. Identitas pelaku maupun motif penembakan belum diumumkan secara resmi dilansir Antara.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan telah menerima laporan terkait insiden tersebut. Ia juga memastikan bahwa Biro Investigasi Federal (FBI) turut dilibatkan dan telah berada di lokasi untuk membantu proses penanganan dan investigasi.
Insiden ini kembali menyoroti isu keamanan di lingkungan pendidikan tinggi di Amerika Serikat, yang dalam beberapa tahun terakhir kerap menjadi lokasi terjadinya kekerasan bersenjata.