Ketua Kadin Fukuoka Semprot Kebijakan Trump: Sebut sebagai ‘Kegilaan Belaka‘ dan Diktator


 Ketua Kadin Fukuoka Semprot Kebijakan Trump: Sebut sebagai ‘Kegilaan Belaka‘ dan Diktator Tangkapan Layar - Hiromichi Tanigawa, ketua Kamar Dagang dan Industri Fukuoka, memberikan pidato di Fukuoka pada 6 Januari 2026. (Satoru Eguchi/The Asahi Shimbun)

​FUKUOKA, ARAHKITA.COM – Serangan verbal tajam datang dari kalangan elit bisnis Jepang terhadap kepemimpinan Donald Trump. Hiromichi Tanigawa, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Fukuoka, melontarkan kritik pedas dengan menyebut kebijakan Presiden AS tersebut sebagai bentuk "kegilaan belaka".

​Dikutip dari laporan The Asahi Shimbun, Tanigawa yang juga menjabat sebagai pimpinan Nishi-Nippon Financial Holdings Inc., menggambarkan sosok Trump sebagai pemimpin yang "jauh lebih ganas daripada beruang". Pernyataan ini disampaikan dalam pidato perayaan Tahun Baru yang berlangsung di Fukuoka, 6 Januari lalu. ​Kritik Terhadap Kebijakan 'Diktator'

Tanigawa menyoroti gaya kepemimpinan Trump yang dianggap tidak rasional dan gegabah. Menurutnya, Trump telah bertindak seperti seorang diktator yang memaksakan kehendak demi kepentingan pribadi di atas hukum dan ilmu pengetahuan.

​“Seolah-olah ingin menegaskan bahwa kekuatan adalah kebenaran, ia meluncurkan kebijakan demi kebijakan di bidang urusan dalam negeri, perdagangan, hingga keamanan nasional yang hanya bisa digambarkan sebagai tindakan kegilaan,” tegas Tanigawa.

​Runtuhnya Sistem Perdagangan Bebas

Poin utama yang menjadi keresahan dunia bisnis adalah kebijakan tarif Trump. Tanigawa menilai Trump secara sepihak telah menghancurkan sistem perdagangan bebas global yang telah dijaga ketat oleh Amerika Serikat selama delapan dekade sejak berakhirnya Perang Dunia II. ​

Tak hanya soal ekonomi, ia juga mengecam keterlibatan militer AS di berbagai belahan dunia, mulai dari serangan terhadap Venezuela hingga ketidakjelasan sikap AS dalam konflik di Ukraina dan Jalur Gaza. Tanigawa merasa heran bagaimana seorang presiden bisa memusuhi sekutu di Eropa namun secara tidak langsung menguntungkan pihak-pihak yang melakukan invasi.

​Pesan untuk Tiongkok

Selain menguliti kebijakan AS, Tanigawa juga sempat menyinggung sikap Tiongkok terkait krisis Taiwan. Ia berharap Tiongkok mampu menunjukkan martabat dan karakter sebagai negara kekuatan besar dunia, di tengah ketegangan diplomatik dengan Jepang.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru