Sabtu, 22 Agustus 2026

Iran Ancam Balas AS Jika Ganggu Prosesi Pemakaman Ali Khamenei, Tegaskan Siap Merespons Agresi


 Iran Ancam Balas AS Jika Ganggu Prosesi Pemakaman Ali Khamenei, Tegaskan Siap Merespons Agresi Papan reklame yang menampilkan mendiang mantan pemimpin Iran Ali Khamenei dan putranya, Mojtaba Khamenei, yang tewas dalam serangan AS dan Israel (28/2) terlihat dipasang di jalan raya Bandara Internasional Rafic Hariri di Beirut, Lebanon, Selasa (21/6/2026). ANTARA/Anadolu Agency/Houssam Shbaro/pri.

TEHERAN, ARAHKITA.COM – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat menjelang rangkaian penghormatan terakhir dan pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Pemerintah Iran memperingatkan Amerika Serikat, Israel, dan para sekutunya agar tidak mengambil langkah yang dapat memicu konflik baru selama prosesi berlangsung.

Komandan Markas Pusat Angkatan Bersenjata Iran, Ali Abdollahi, menegaskan bahwa militer Iran berada dalam kondisi siap siaga untuk menghadapi segala bentuk ancaman maupun tindakan agresif terhadap negaranya.

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah IRIB pada Kamis (2/7/2026), Abdollahi meminta Washington dan Tel Aviv tidak melakukan kesalahan perhitungan yang dapat memperburuk situasi keamanan kawasan.

"Pada hari-hari yang penuh pelajaran ini, kami memperingatkan musuh-musuh Iran, khususnya Amerika Serikat, Israel, serta para sekutu mereka di kawasan maupun di luar kawasan, agar tidak melakukan kesalahan perhitungan dalam bentuk apa pun," ujar Abdollahi.

Ia menambahkan, angkatan bersenjata Iran siap memberikan respons yang cepat dan tegas apabila terjadi ancaman terhadap kedaulatan negara tersebut.Soroti Situasi di Selat Hormuz

Selain memperingatkan soal prosesi pemakaman, Abdollahi juga menyinggung meningkatnya aktivitas militer Amerika Serikat di kawasan Selat Hormuz.

Menurutnya, keberadaan pesawat tempur dan pesawat tanpa awak (drone) milik Amerika Serikat di wilayah udara strategis tersebut justru memperbesar risiko eskalasi konflik dan mengancam stabilitas keamanan kawasan.

Iran pun menegaskan tidak akan tinggal diam apabila Washington melakukan tindakan yang dinilai mencampuri situasi di Selat Hormuz.

Rangkaian Pemakaman Berlangsung hingga 9 Juli

Rangkaian penghormatan terakhir bagi Ali Khamenei dijadwalkan berlangsung selama enam hari, mulai 4 hingga 9 Juli 2026.

Prosesi diawali di Teheran pada 4–6 Juli, kemudian dilanjutkan ke Kota Qom pada 7 Juli. Setelah itu, upacara penghormatan akan digelar di Najaf dan Karbala, Irak, pada 8 Juli.

Puncaknya, Ali Khamenei akan dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad, yang berada di timur laut Iran, pada 9 Juli 2026.

Sebelumnya, upacara kenegaraan yang akan dihadiri para kepala negara, pejabat tinggi, dan delegasi asing dijadwalkan berlangsung di Teheran pada 3 Juli.

Mojtaba Khamenei Belum Tampil di Publik

Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada 28 Februari 2026. Setelah peristiwa tersebut, putranya, Mojtaba Khamenei, ditetapkan sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru dikutip Antara.

Meski telah resmi menjabat, Mojtaba hingga kini belum pernah tampil secara langsung di hadapan publik. Sejauh ini, ia hanya menyampaikan sejumlah pesan kepada masyarakat Iran melalui media resmi pemerintah.

Peringatan terbaru dari militer Iran menunjukkan bahwa situasi keamanan di kawasan masih sangat sensitif. Dunia internasional kini menaruh perhatian terhadap jalannya prosesi pemakaman Ali Khamenei, mengingat setiap insiden berpotensi memperbesar ketegangan di Timur Tengah dan memengaruhi stabilitas kawasan secara lebih luas.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru