AS Rencanakan KTT Dewan Perdamaian Gaza 19 Februari, Fokus Rekonstruksi Palestina


 AS Rencanakan KTT Dewan Perdamaian Gaza 19 Februari, Fokus Rekonstruksi Palestina Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) memberikan pidato saat World Economic Forum (WEF) 2026 di Congress Hall, Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). /ANTARA FOTO/Aria Cindyara/YU.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pemerintah Amerika Serikat berencana menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP) pada 19 Februari 2026 di Washington. Forum ini diproyeksikan menjadi langkah penting untuk mendorong tahap kedua gencatan senjata di Jalur Gaza sekaligus menggalang dukungan internasional bagi rekonstruksi Palestina pascaperang.

Media Axios mengutip pejabat AS menyebut bahwa pertemuan tersebut akan menjadi agenda perdana BoP dan sekaligus berfungsi sebagai konferensi donor. Fokus utamanya adalah menyatukan komitmen politik dan finansial guna memulihkan infrastruktur, layanan publik, serta kehidupan warga Gaza yang terdampak konflik berkepanjangan.

Pemerintahan Presiden Donald Trump dilaporkan telah mulai menjajaki komunikasi dengan puluhan negara. Para pemimpin dunia akan diundang untuk membahas kerangka perdamaian jangka panjang, termasuk mekanisme bantuan kemanusiaan dan skema pendanaan pembangunan kembali.

“Belum ada keputusan final, namun persiapan sedang berjalan. Kami mulai memetakan siapa saja pemimpin yang berpeluang hadir,” ungkap sumber yang dikutip Axios, Jumat (6/2/2026). Lokasi yang dipilih adalah Institute of Peace di Washington, tempat yang kerap menjadi arena dialog isu-isu global.

Sehari sebelum KTT, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Presiden Trump pada 18 Februari. Israel telah menerima undangan untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian, meski hingga kini Netanyahu belum menandatangani piagam keanggotaan BoP.

Apabila Netanyahu benar-benar hadir, momen itu akan menjadi kemunculan publik pertamanya bersama para pemimpin Arab dan Muslim sejak eskalasi besar konflik Gaza pasca 7 Oktober. Situasi tersebut diprediksi menyedot perhatian dunia karena berpotensi membuka babak baru diplomasi Timur Tengah dilansir Antara.

Meski demikian, rencana KTT masih bersifat awal dan terbuka terhadap perubahan agenda maupun peserta. Gedung Putih sejauh ini memilih tidak memberikan komentar resmi terkait detail teknis pertemuan.

Bagi banyak pihak, inisiatif BoP menjadi ujian serius bagi komunitas internasional: apakah perdamaian Gaza dapat diwujudkan melalui diplomasi kolektif, atau justru kembali terjebak tarik-menarik kepentingan geopolitik.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru