Mulai 2027, NASA Ingin Mendarat di Bulan Setiap Tahun


 Mulai 2027, NASA Ingin Mendarat di Bulan Setiap Tahun Photo file: Lembaga Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dan SpaceX menunda peluncuran misi Europa Clipper yang dijadwalkan pada Kamis (10/10/2024) ke bulan Jupiter, Europa, karena keberadaan badai Milton, kata badan antariksa AS dalam sebuah pernyataan. /ANTARA/foto-Anadolu/py

WASHINGTON, ARAHKITA.COM – Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengumumkan langkah ambisius dalam eksplorasi luar angkasa. Mulai tahun 2027, NASA menargetkan setidaknya satu misi pendaratan manusia di Bulan setiap tahun.

Kebijakan ini menjadi bagian dari pembaruan besar dalam program Artemis, yang selama ini menjadi tulang punggung misi eksplorasi Bulan modern.

Dalam pernyataan resminya, NASA menyebutkan bahwa rencana tersebut mencakup standarisasi konfigurasi roket Space Launch System (SLS) serta penambahan satu misi pada 2027. Setelah itu, pendaratan di permukaan Bulan akan dilakukan secara rutin setiap tahun.

Langkah ini menandai perubahan strategi besar NASA dalam menjelajahi luar angkasa.

Fokus Baru: Dari Orbit ke Permukaan Bulan

Pada hari yang sama, Administrator NASA, Jared Isaacman, juga mengumumkan keputusan penting: membatalkan rencana pembangunan stasiun luar angkasa Lunar Gateway di orbit Bulan.

Padahal sebelumnya, proyek Gateway dirancang sebagai kolaborasi internasional untuk membangun stasiun luar angkasa pertama yang mengorbit Bulan.

Stasiun tersebut awalnya diproyeksikan menjadi “pos transit” bagi astronaut, sekaligus laboratorium untuk menguji teknologi pendukung kehidupan manusia di luar angkasa dalam jangka panjang.

Namun kini, NASA memilih untuk mengalihkan fokus.

Alih-alih membangun fasilitas di orbit, NASA akan langsung mengembangkan infrastruktur di permukaan Bulan. Strategi ini dinilai lebih efektif untuk mendukung eksplorasi jangka panjang, termasuk misi ambisius berikutnya: perjalanan manusia ke Mars.

Langkah Strategis Menuju Mars

Perubahan arah ini bukan tanpa alasan. Dengan membangun fasilitas langsung di Bulan, NASA dapat menguji berbagai teknologi penting—mulai dari sistem hunian, logistik, hingga keberlanjutan hidup manusia di lingkungan ekstrem dikutip Antara.

Bulan pun diposisikan sebagai “batu loncatan” menuju eksplorasi Mars.

Jika target ini tercapai, maka dalam satu dekade ke depan, Bulan tidak lagi sekadar objek penelitian, tetapi bisa menjadi basis aktivitas manusia di luar Bumi.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru