Transjakarta Koridor 13 Terlambat akibat Banjir Ciledug, Penumpang Menumpuk di CSW


  • Senin, 04 Mei 2026 | 20:45
  • | News
 Transjakarta Koridor 13 Terlambat akibat Banjir Ciledug, Penumpang Menumpuk di CSW Banjir di Jalan Swadarma Raya arah Cipulir-Ciledug. (Dok. Arahkita)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Layanan Transjakarta Koridor 13 rute Ciledug–Tendean mengalami keterlambatan cukup parah pada Senin malam (4/5/2026). Penyebabnya adalah genangan air yang masih menghambat operasional di kawasan Ciledug.

Kondisi ini berdampak langsung pada waktu tunggu penumpang yang menjadi lebih lama dari biasanya.

"Saat ini, layanan mengalami keterlambatan armada yang cukup signifikan akibat adanya genangan air di sekitar wilayah Ciledug," kata Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani.

Akibat keterlambatan armada, terjadi lonjakan penumpang di halte integrasi CSW. Kepadatan pun tak terhindarkan, terutama pada jam sibuk malam hari.

Petugas di lapangan terlihat melakukan pengaturan arus penumpang secara intensif guna menjaga kenyamanan dan keamanan.

"Kami berupaya semaksimal mungkin mengurai kepadatan armada dan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, agar operasional kembali normal seiring surutnya genangan," ujar Ayu.

Tak hanya Koridor 13, layanan Koridor 8 (Lebak Bulus–Pasar Baru) juga mengalami penyesuaian rute. Untuk sementara, perjalanan diperpendek menjadi Pasar Baru–Kebayoran–Pasar Baru.

Penyesuaian ini dilakukan akibat genangan air yang terjadi di sekitar kawasan Gandaria City.

Banjir Jakarta Picu Gangguan Transportasi

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta melaporkan hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya menyebabkan kenaikan tinggi muka air di Pos Pesanggrahan hingga status Siaga 3 pada pukul 16.00 WIB.

Kondisi tersebut memicu banjir di sejumlah titik, khususnya di Jakarta Selatan.

Tercatat, dua ruas jalan terdampak cukup parah, yaitu: 

- Jalan Swadarma, Kelurahan Ulujami

- Jalan Ciledug Raya (Seskoal), Kelurahan Cipulir

Ketinggian air di lokasi tersebut berkisar antara 30 hingga 70 cm.

Gangguan ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem masih berpotensi memengaruhi mobilitas warga. Penumpang diimbau untuk mengantisipasi waktu perjalanan dan mencari alternatif rute jika diperlukan.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru