Loading
Spanyol Menutup Wilayah Udaranya Untuk Militer AS. (Foto ilustrasi: Pixabay)
JAKARTA, ARAHKITA.COM -
Pemerintah Spanyol mengambil langkah tegas dengan menutup wilayah udaranya bagi pesawat militer Amerika Serikat yang terlibat dalam konflik di Iran. Kebijakan ini memperjelas posisi Madrid sebagai salah satu negara Eropa yang paling vokal menentang perang yang melibatkan AS dan Israel.
Keputusan yang pertama kali dilaporkan surat kabar El País dan dilansir The Guardian, dikonfirmasi oleh Menteri Pertahanan Margarita Robles. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak mengizinkan penggunaan pangkalan militer maupun wilayah udara untuk operasi yang berkaitan dengan perang di Iran. Robles juga menyebut konflik tersebut sebagai tindakan yang sangat ilegal dan tidak adil.
Langkah ini berarti pesawat militer AS, termasuk yang berbasis di Inggris dan wilayah Eropa lainnya, harus menghindari jalur udara Spanyol saat menuju Timur Tengah, kecuali dalam kondisi darurat.
“Kami tidak mengizinkan penggunaan pangkalan militer atau penggunaan wilayah udara untuk tindakan yang terkait dengan perang di Iran,” kata menteri, Margarita Robles, kepada wartawan.
“Saya pikir semua orang tahu posisi Spanyol. Itu sangat jelas,” tambahnya, menyebut perang itu “sangat ilegal dan sangat tidak adil," tambahnya.
Sikap keras ini sejalan dengan pernyataan Perdana Menteri Pedro Sánchez yang sebelumnya mendesak semua pihak untuk menghentikan konflik. Ia menilai tindakan balasan yang melanggar hukum internasional hanya akan memperburuk situasi global.
“Anda tidak dapat menanggapi satu tindakan ilegal dengan tindakan ilegal lainnya karena itulah awal mula bencana besar umat manusia," katanya.
Penolakan itu membuat AS marah. Trump mulai mengancam akan memutus hubungan perdagangan dengan Madrid.
Menteri Ekonomi Spanyol Carlos Cuerpo menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari keputusan pemerintah untuk tidak terlibat dalam konflik yang dinilai sepihak dan bertentangan dengan hukum internasional.
Sebelumnya, Spanyol juga telah menolak penggunaan pangkalan militer bersama di Rota dan Morón de la Frontera untuk operasi perang. Semua rencana penerbangan yang berkaitan dengan konflik, termasuk misi pengisian bahan bakar di udara, telah ditolak oleh otoritas setempat.
Meski demikian, pesawat militer AS masih dapat menggunakan fasilitas di Spanyol untuk keperluan logistik sesuai perjanjian bilateral, seperti mendukung puluhan ribu personel militer AS yang ditempatkan di Eropa.
Sejak Februari, sejumlah pesawat pengisian bahan bakar AS telah dipindahkan dari pangkalan di Spanyol ke fasilitas di Prancis dan Jerman. Pemerintah Spanyol juga membantah laporan yang menyebut adanya puluhan penerbangan militer tempur AS dari wilayahnya sejak konflik dimulai, dan menegaskan bahwa penerbangan tersebut hanya bersifat angkut.