Loading
Kebakaran besar melanda kawasan permukiman rumah terapung di Kampung Bahagia, Sandakan, Negeri Sabah, Malaysia, Minggu (19/4/2026) dini hari. (Ilustrasi AI)
KUALA LUMPUR, ARAHKITA.COM – Kebakaran besar melanda kawasan permukiman rumah terapung di Kampung Bahagia, Sandakan, Negeri Sabah, Malaysia, Minggu (19/4/2026) dini hari. Insiden ini menyebabkan sedikitnya 9.007 warga terdampak, menjadikannya salah satu kebakaran terbesar di wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Peristiwa ini pertama kali dilaporkan sekitar pukul 01.30 dini hari. Tak lama berselang, pada pukul 04.00 pagi, kawasan tersebut langsung ditetapkan sebagai daerah bencana oleh otoritas setempat.
Kepala Kepolisian Distrik Sandakan, ACP George Abd Rakman, menjelaskan bahwa kawasan tersebut dihuni sekitar 1.200 rumah. Dari jumlah itu, sekitar 1.000 rumah dilaporkan terdampak akibat amukan api.
“Kami mencatat ada sekitar 9.007 korban terdampak dari kejadian ini,” ujarnya dalam laporan yang dikutip dari BERNAMA.
Evakuasi dan Pendataan Masih Berlangsung
Hingga saat ini, pihak berwenang masih terus melakukan pendataan korban serta mengoordinasikan proses evakuasi dan distribusi bantuan. Fokus utama adalah memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan penanganan cepat, termasuk tempat tinggal sementara dan kebutuhan dasar.
Di tengah beredarnya berbagai informasi di media sosial, pihak kepolisian menegaskan bahwa tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini.
“Sejauh ini kami belum menerima laporan adanya korban meninggal dunia. Kemungkinan luka yang terjadi berasal dari upaya menyelamatkan barang atau membantu warga lain,” jelas George dikutip Antara.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Operasi penanganan bencana dilakukan secara terpadu oleh berbagai instansi. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Malaysia (JBPM) bertindak sebagai komandan insiden, bekerja sama dengan Angkatan Pertahanan Sipil Malaysia (APM) serta aparat kepolisian.
Meski api telah berhasil dikendalikan, penyebab kebakaran hingga kini masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwenang.Perhatian Pemerintah Malaysia
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, turut menyampaikan keprihatinannya atas musibah ini. Ia menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama pemerintah.
Pemerintah pusat saat ini tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Negeri Sabah untuk mempercepat penyaluran bantuan, termasuk penyediaan tempat penampungan sementara bagi para korban.
“Kami memastikan bantuan dasar segera tersedia dan penempatan sementara bagi korban dapat dilakukan secepat mungkin,” ujar Anwar.