Loading
Ilustrasi - Siswa mengerjakan tes kemampuan Bahasa Inggris. (ANTARA/HO-EF)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Lembaga penyelenggara tes bahasa Inggris Cambridge English dijatuhi denda sebesar 875.000 pound sterling atau sekitar Rp21 miliar oleh otoritas pendidikan Inggris setelah ditemukan kesalahan penilaian pada ujian International English Language Testing System (IELTS) yang berdampak pada puluhan ribu peserta di berbagai negara.
Sanksi tersebut diberikan oleh Office of Qualifications and Examinations Regulation (Ofqual) setelah investigasi menemukan adanya kesalahan sistem yang menyebabkan hasil IELTS yang diterbitkan antara tahun 2023 hingga 2025 tidak akurat.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan pada Kamis (11/6/2026), Ofqual menyebut kesalahan tersebut berasal dari sistem komputer yang digunakan dalam proses pengolahan nilai tes. Akibatnya, ribuan peserta menerima skor yang tidak sesuai dengan hasil sebenarnya.
Masalah ini menjadi perhatian serius karena banyak peserta menggunakan hasil IELTS untuk berbagai keperluan penting, mulai dari pengajuan visa, perpindahan kerja ke luar negeri, hingga persyaratan masuk perguruan tinggi.
Lebih dari 62 Ribu Peserta Terima Skor Keliru
Menurut Ofqual, sebanyak 62.794 peserta menerima hasil yang salah pada komponen listening dan reading. Setelah dilakukan peninjauan ulang, seluruh hasil tersebut diperbaiki.
Dari jumlah tersebut, sekitar 21.717 peserta mengalami perubahan pada skor keseluruhan (overall band score) mereka.
“Sebanyak 62.794 peserta menerima hasil yang keliru untuk komponen listening dan reading yang kemudian telah diperbaiki. Sekitar sepertiga dari jumlah tersebut mengalami perubahan pada skor keseluruhan,” ungkap Ofqual.
Temuan regulator menunjukkan sebagian besar peserta justru menerima nilai yang lebih rendah dari skor yang seharusnya mereka peroleh. Namun, sekitar 1.000 peserta mendapatkan skor yang lebih tinggi dari nilai sebenarnya.
Hampir Semua Perubahan Hanya 0,5 Poin
Meski jumlah peserta yang terdampak cukup besar, perubahan nilai yang terjadi umumnya tidak terlalu jauh. Hampir seluruh kasus menunjukkan perbedaan sebesar 0,5 poin pada skor keseluruhan IELTS dikutip Antara.
Sementara itu, hanya dua peserta yang tercatat mengalami perubahan hingga 1 poin penuh setelah proses koreksi dilakukan.
Ofqual menegaskan seluruh hasil yang terdampak kini telah diperbarui dan peserta yang terkena dampak telah menerima skor yang benar.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya akurasi sistem penilaian dalam ujian internasional yang menjadi salah satu syarat utama bagi studi, pekerjaan, dan migrasi ke berbagai negara.