Paus Leo XIV Tegaskan Kritik ‘Para Tiran‘ Bukan untuk Trump, Bantah Ada Konflik Pribadi


 Paus Leo XIV Tegaskan Kritik ‘Para Tiran‘ Bukan untuk Trump, Bantah Ada Konflik Pribadi Paus Leo XIV berbicara kepada wartawan di Castel Gandolfo. VaticanNews

VATICAN CITY, ARAHKITA.COM - Paus Leo XIV akhirnya angkat bicara terkait polemik yang menyeret namanya dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia menegaskan bahwa pidato yang menyinggung “para tiran” sama sekali tidak ditujukan kepada Trump.

Dikutip dari laporan BBC, Paus bahkan menegaskan dirinya tidak memiliki ketertarikan untuk terlibat dalam perdebatan politik dengan pemimpin mana pun, termasuk Presiden AS tersebut.

“Saya sama sekali tidak tertarik untuk berdebat dengan presiden,” ujar Paus kepada wartawan dalam penerbangan menuju Angola.

Pidato yang Disalahartikan

Paus menjelaskan bahwa pidato yang menuai perhatian itu sebenarnya telah disiapkan jauh sebelum munculnya komentar dari Trump.

Menurutnya, naskah tersebut sudah ditulis sekitar dua minggu sebelumnya, sehingga tidak berkaitan dengan dinamika politik terbaru.

Namun, ia menyayangkan bagaimana pernyataannya kemudian dipersepsikan sebagai respons langsung terhadap Trump.

“Faktanya, ini dipandang seolah-olah saya mencoba berdebat lagi dengan presiden, padahal itu sama sekali bukan kepentingan saya,” ungkapnya.

Paus juga menyinggung adanya narasi yang berkembang tidak sepenuhnya akurat, terutama dalam konteks situasi politik global yang sedang memanas.

Reaksi dari Amerika Serikat

Sebelumnya, Donald Trump melontarkan kritik tajam terhadap Paus Leo XIV. Ia menyebut Paus sebagai sosok yang “buruk bagi kebijakan luar negeri” dan bahkan mengaku bukan penggemarnya.

Tak hanya itu, Trump juga sempat mengunggah konten kontroversial berupa gambar AI dirinya menyerupai Yesus, yang kemudian dihapus.

Di sisi lain, Wakil Presiden AS JD Vance memberikan respons yang lebih moderat. Ia justru menyambut baik klarifikasi dari Paus.“Saya berterima kasih kepada Paus Leo atas pernyataan ini,” kata Vance, seraya menambahkan bahwa realitas seringkali lebih kompleks dibanding narasi media.

Isi Pidato: Kritik terhadap Perang

Dalam pidatonya di Kamerun, Paus Leo XIV mengkritik keras para pemimpin dunia yang terus mengalokasikan dana besar untuk perang, sementara kebutuhan dasar manusia terabaikan.

Ia menyoroti ironi global di mana miliaran dolar dihabiskan untuk kehancuran, tetapi sangat sedikit yang dialokasikan untuk pemulihan dan kemanusiaan.

“Para pemimpin mengabaikan fakta bahwa miliaran dolar dihabiskan untuk pembunuhan dan kehancuran, sementara sumber daya untuk penyembuhan dan pendidikan tidak tersedia,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kehancuran bisa terjadi dalam sekejap, tetapi membangun kembali membutuhkan waktu yang sangat panjang.

Selain itu, Paus mengutuk konflik berkepanjangan di Kamerun yang telah berlangsung hampir satu dekade dan menyebabkan penderitaan luas bagi masyarakat.

Kunjungan ke Afrika dan Signifikansinya

Kunjungan Paus Leo XIV ke Afrika menjadi bagian penting dari agenda globalnya. Perjalanan ini mencakup 11 kota di empat negara dan menjadi kunjungan luar negeri besar keduanya sejak terpilih sebagai Paus.

Langkah ini sekaligus menegaskan pentingnya Afrika dalam peta Gereja Katolik dunia.

Data tahun 2024 menunjukkan bahwa lebih dari 288 juta umat Katolik—atau lebih dari seperlima total global—berada di Afrika.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru