Lebih dari 23 Ribu Warga Palestina Ditangkap di Tepi Barat Sejak Oktober 2023


 Lebih dari 23 Ribu Warga Palestina Ditangkap di Tepi Barat Sejak Oktober 2023 Arsip foto - Warga menyambut seorang tahanan Palestina yang dibebaskan oleh Israel, di Kota Ramallah, Tepi Barat, Senin (13/10/2025). ANTARA/Xinhua/Nidal Eshtayeh/aa.

RAMALLAH, ARAHKITA.COM – Gelombang penangkapan besar-besaran terus terjadi di wilayah Tepi Barat sejak pecahnya konflik di Gaza pada Oktober 2023.

Masyarakat Tahanan Palestina (PPS) melaporkan, lebih dari 23.000 warga Palestina, termasuk dari Yerusalem, telah ditangkap oleh pasukan Israel dalam periode tersebut.

Data ini tidak hanya mencakup mereka yang masih berada dalam tahanan, tetapi juga warga yang sempat ditahan dan kemudian dibebaskan. Artinya, skala penangkapan yang terjadi jauh lebih luas dari yang terlihat di permukaan.

Penangkapan dilakukan dalam berbagai situasi—mulai dari penggerebekan di rumah warga, penahanan di pos pemeriksaan militer, hingga individu yang menyerahkan diri karena tekanan. Bahkan, dalam beberapa kasus, warga disebut dijadikan sandera.

Perempuan dan Anak Ikut Terdampak

Laporan PPS juga menyoroti kelompok rentan yang ikut terdampak.Sekitar 700 perempuan Palestina dilaporkan pernah ditahan, termasuk mereka yang berasal dari Gaza dan wilayah Israel.

Sementara itu, jumlah anak-anak yang ditahan mencapai sekitar 1.800 kasus, memperlihatkan bahwa konflik ini turut menyasar generasi muda.

Jurnalis Turut Jadi Korban

Tak hanya warga sipil, profesi jurnalis pun tak luput dari penangkapan.

Lebih dari 240 jurnalis dilaporkan telah ditahan sejak awal konflik, dengan 43 di antaranya masih berada dalam tahanan, termasuk tiga jurnalis perempuan.

Tragisnya, seorang jurnalis asal Nablus, Marwan Harzallah, dilaporkan meninggal dunia saat berada dalam tahanan.

Disertai Dugaan Pelanggaran HAM

PPS juga mengungkap bahwa gelombang penangkapan ini kerap disertai berbagai tindakan yang diduga sebagai pelanggaran hak asasi manusia.

Di antaranya:

  • Pemukulan berat terhadap tahanan
  • Intimidasi terhadap keluarga
  • Penghancuran dan vandalisme rumah
  • Penyitaan kendaraan, uang, hingga perhiasan

Kerusakan infrastruktur, terutama di kamp pengungsi seperti di Tulkarm dan Jenin

Tak hanya itu, dalam beberapa kasus, penangkapan juga disebut disertai eksekusi di lapangan, termasuk terhadap anggota keluarga tahanan dikutip Antara.

Dampak Luas di Berbagai Wilayah

Interogasi intensif yang dilakukan di lapangan disebut berdampak pada ribuan warga di berbagai wilayah, baik di Tepi Barat maupun Jalur Gaza.

Situasi ini menunjukkan bahwa konflik yang berlangsung tidak hanya terjadi di garis depan, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat sipil.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru