Pernikahan di Selandia Baru Terus Menurun, Perceraian Justru Naik di 2025


 Pernikahan di Selandia Baru Terus Menurun, Perceraian Justru Naik di 2025 Ilustrasi - Selandia Baru terus alami tren penurunan pernikahan. (Antaranews)

WELLINGTON, ARAHKITA.COM – Ada perubahan besar dalam cara orang membangun hubungan di Selandia Baru. Data terbaru menunjukkan bahwa pernikahan semakin jarang terjadi, sementara angka perceraian justru mengalami sedikit kenaikan pada 2025.

Laporan dari Stats NZ yang dirilis pada Senin (4/5/2026) mencatat, total pernikahan dan civil union sepanjang 2025 mencapai 17.481 pasangan. Angka ini turun sekitar 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya—melanjutkan tren penurunan yang sudah berlangsung sejak awal 1970-an.

Penurunan ini bukan sekadar angka tahunan. Jika dilihat lebih dalam, tingkat pernikahan kini berada di angka 7,6 per 1.000 orang dewasa yang memenuhi syarat. Sebagai perbandingan, angka tersebut hanya sekitar setengah dari tahun 2000, dan bahkan jauh lebih kecil dibanding puncaknya pada 1971 yang mencapai 45,5 per 1.000 orang.

Menurut juru bicara Stats NZ, Rebekah Hennessey, tren ini mencerminkan perubahan pola hidup dan cara pandang masyarakat terhadap pernikahan. Banyak orang kini memilih menunda, atau bahkan tidak menikah sama sekali.

Di sisi lain, angka perceraian menunjukkan arah berbeda. Sepanjang 2025, tercatat 7.887 perceraian dikabulkan—naik sekitar 5 persen dibandingkan 2024. Meski demikian, jumlah ini masih jauh lebih rendah dibandingkan puncak perceraian yang pernah terjadi pada 1982 dan 2000.

Fenomena menarik lainnya adalah meningkatnya pasangan dari luar negeri yang datang ke Selandia Baru untuk menikah. Pada 2025, tercatat 2.565 pasangan internasional memilih negara ini sebagai lokasi pernikahan mereka. Mayoritas berasal dari Australia, disusul Amerika Serikat dikutip Antara.

Jika melihat tren jangka panjang, data menunjukkan sekitar sepertiga pernikahan di Selandia Baru berakhir dengan perceraian dalam kurun 25 tahun. Sementara itu, sekitar 60 persen pasangan tetap bertahan hingga akhir hayat.

Perubahan ini menegaskan satu hal: definisi hubungan dan komitmen terus berkembang. Pernikahan mungkin tidak lagi menjadi satu-satunya pilihan utama, tetapi tetap menjadi bagian penting dari perjalanan hidup banyak orang.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru