Loading
Yunani (ANTARA) - Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni pada Sabtu mengatakan Selat Hormuz harus dibuka kembali tanpa pungutan maupun pembatasan diskriminatif. Ketika berbicara dalam Forum Eropa-Teluk di kawasan resor Costa Navarino, Yunani, Meloni menyebut solusi berkelanjutan atas krisis di Selat Hormuz harus didasarkan pada sejumlah prinsip penting. “Yang pertama adalah pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa pungutan atau pembatasan diskriminatif, karena kemakmuran tidak hanya kawasan Mediterania dan Teluk, tetapi juga seluruh dunia bergantung pada kebebasan navigasi,” kata Meloni. I
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Perdana Menteri Giorgia Meloni menegaskan pentingnya pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa pungutan maupun pembatasan diskriminatif demi menjaga stabilitas perdagangan dan ekonomi global.
Pernyataan tersebut disampaikan Meloni saat berbicara dalam Forum Eropa-Teluk yang berlangsung di kawasan resor Costa Navarino, Yunani, Sabtu (16/5/2026).
“Yang pertama adalah pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa pungutan atau pembatasan diskriminatif, karena kemakmuran tidak hanya kawasan Mediterania dan Teluk, tetapi juga seluruh dunia bergantung pada kebebasan navigasi,” ujar Meloni.
Menurut dia, solusi jangka panjang atas krisis di Selat Hormuz harus dibangun berdasarkan prinsip kebebasan pelayaran dan kerja sama internasional.
Meloni menambahkan bahwa Italia siap berkontribusi dalam mendukung keamanan jalur pelayaran internasional apabila situasi memungkinkan.
Ia menyebut Italia memiliki pengalaman dalam operasi keamanan maritim melalui misi Uni Eropa Aspides dan Atalanta yang berlangsung di Laut Merah dan Samudra Hindia.
“Italia dapat membangun kontribusi tersebut berdasarkan pengalaman operasi misi Uni Eropa Aspides dan Atalanta,” katanya.
Selain menyoroti keamanan pelayaran, Meloni juga kembali menegaskan sikap Italia terkait isu nuklir Iran.
Ia menilai Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir karena berpotensi mengancam stabilitas negara-negara di kawasan Timur Tengah.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia karena menjadi lintasan utama distribusi minyak dan energi global.