Gedung Pentagon dilihat dari pesawat terbang di atas Washington, D.C., Amerika Serikat, Rabu (19/2/2020). ANTARA/Xinhua/Liu Jie/aa.
WASHINGTON, ARAHKITA.COM – Pentagon dilaporkan membatalkan rencana pengerahan sementara lebih dari 4.000 tentara Amerika Serikat (AS) ke Polandia. Keputusan tersebut memicu perhatian karena dilakukan tanpa pengumuman resmi dan disebut tidak lebih dulu diberitahukan kepada Kongres AS.
Informasi itu muncul dalam sidang kongres pada Jumat (15/5/2026), ketika pelaksana tugas kepala staf Angkatan Darat AS, Christopher LaNeve, mengungkap bahwa Komando Eropa Amerika Serikat telah menerima instruksi untuk mengurangi jumlah pasukan.
LaNeve menjelaskan bahwa dirinya telah melakukan konsultasi intensif terkait unit militer mana yang paling memungkinkan untuk dibatalkan penempatannya. Menurut dia, keputusan akhirnya mengarah pada pembatalan pengerahan Tim Tempur Brigade Lapis Baja ke-2.
“Yang paling masuk akal adalah brigade tersebut tidak ditempatkan di wilayah operasi,” kata LaNeve dalam sidang tersebut.
Meski demikian, sebagian elemen unit militer itu diketahui sudah lebih dulu bergerak ke luar negeri. Bahkan, sejumlah peralatan tempur disebut tengah dalam proses pengiriman sebelum keputusan pembatalan diumumkan.
Menurut LaNeve, instruksi pembatalan pengerahan berasal langsung dari kantor Menteri Perang AS Pete Hegseth. Namun hingga kini, Pentagon belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai alasan di balik keputusan tersebut.
Keputusan mendadak itu juga membuat sejumlah anggota Kongres AS terkejut. Senator dari Partai Demokrat yang juga anggota Komite Angkatan Bersenjata Senat, Jeanne Shaheen, mengaku pihaknya tidak menerima pemberitahuan sebelumnya.
“Sepengetahuan saya, kami tidak diberi tahu soal itu,” ujar Shaheen kepada awak media dikutip Antara.
Pembatalan pengerahan pasukan ini terjadi hanya dua pekan setelah Pentagon mengumumkan rencana penarikan sekitar 5.000 tentara AS dari Jerman dalam enam hingga 12 bulan mendatang.
Langkah tersebut memunculkan spekulasi mengenai perubahan strategi militer Amerika Serikat di kawasan Eropa, terutama di tengah meningkatnya perhatian terhadap dinamika keamanan regional dan hubungan NATO dengan Rusia.
Hingga kini, belum ada kepastian apakah pembatalan pengerahan ke Polandia bersifat sementara atau menjadi bagian dari penyesuaian strategi pertahanan AS secara lebih luas.