Jerman Peringatkan Perang Iran Bisa Guncang Ekonomi Global dan Perdagangan Dunia


 Jerman Peringatkan Perang Iran Bisa Guncang Ekonomi Global dan Perdagangan Dunia Arsip foto - Bendera Jerman, NATO, dan Uni Eropa dikibarkan di depan Kantor Kanselir saat Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte bertemu Kanselir Jerman Friedrich Merz di Berlin, pada 9 Juli 2025. (ANTARA/Halil Sağırkaya/Anadolu/pri.)

BERLIN, ARAHKITA.COM – Pemerintah Jerman memperingatkan bahwa perang di Iran berpotensi mengguncang ekonomi global, terutama jika konflik sampai mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi urat nadi perdagangan energi dunia.

Peringatan tersebut disampaikan Wakil Kanselir sekaligus Menteri Keuangan Jerman, Lars Klingbeil, menjelang pertemuan para menteri keuangan negara-negara G7 di Paris, Senin (18/5/2026).

Menurut Klingbeil, perang di kawasan Timur Tengah bukan hanya persoalan geopolitik, tetapi juga ancaman serius bagi stabilitas ekonomi dunia. Konflik berkepanjangan dinilai dapat menghambat pembangunan ekonomi global dan memperbesar ketidakpastian pasar internasional.

Ia menegaskan bahwa komunitas internasional harus berupaya menghentikan perang secara permanen, menjaga stabilitas kawasan, dan memastikan jalur perdagangan laut tetap terbuka.

“Sebagai bangsa Eropa, kami tetap memilih kerja sama dibanding konfrontasi,” ujar Klingbeil seperti dikutip kantor berita Jerman, dpa.

Pertemuan G7 kali ini diperkirakan akan banyak membahas dampak ekonomi dari konflik Timur Tengah, termasuk kemungkinan gangguan terhadap perdagangan global, harga energi, hingga distribusi logistik internasional.

Perhatian terbesar tertuju pada Selat Hormuz, jalur laut strategis yang menjadi lintasan utama pengiriman minyak dan gas dunia.

Jika jalur tersebut terganggu atau bahkan diblokade, dampaknya diperkirakan bisa langsung terasa terhadap harga energi global dan inflasi di banyak negara dilansir Antara.

Klingbeil juga menilai situasi saat ini menjadi pengingat penting bagi Jerman dan negara-negara Eropa untuk memperkuat kemandirian ekonomi, terutama terkait pasokan energi, bahan baku, dan rantai distribusi.

Selain negara-negara anggota G7, pembicaraan di Paris juga melibatkan para menteri keuangan dari Brasil, India, Korea Selatan, dan Kenya.

Ketegangan di Timur Tengah sendiri terus menjadi perhatian dunia karena dinilai dapat memicu efek domino terhadap ekonomi internasional, mulai dari lonjakan harga minyak hingga terganggunya rantai pasok global.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru