Loading
Israel akan hentikan sebagian operasi militer untuk vaksinasi polio Antaranews
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan, Israel telah berkomitmen melakukan jeda kemanusiaan dalam pertempuran di jalur Gaza, agar bisa dilakukan vaksinasi polio tahap pertama yang rencananya akan dimulai akhir pekan ini.
PBB tengah mempersiapkan vaksinasi terhadap sekitar 640.000 anak di Gaza, yang sebelumnya dikonfirmasi sedikitnya satu bayi telah lumpuh akibat virus polio tipe 2 yang merupakan kasus pertama di wilayah tersebut dalam 25 tahun, demikian diansir The Guardian.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netahanyu, mengatakan kemungkinan ada penangguhan sebagian operasi militer di Gaza untuk memungkinkan anak-anak kecil divaksinasi terhadap penyakit tersebut.
Netanyahu membantah laporan televisi Israel yang menyebutkan akan ada gencatan senjata umum selama kampanye vaksinasi, yang dimulai pada akhir pekan. Namun, dia mengatakan telah menyetujui penunjukan tempat-tempat tertentu di Gaza untuk vaksinasi.
“Hal ini telah disampaikan kepada kabinet keamanan dan telah mendapat dukungan dari para profesional terkait,” kata pernyataan itu.
Pernyataan singkat itu mungkin sengaja dibuat samar-samar. Elemen sayap kanan koalisi itu dengan tegas menentang segala bentuk gencatan senjata atau bantuan bagi penduduk Palestina di Gaza, tetapi badan-badan bantuan telah memperjelas bahwa wabah polio, yang pertama di Gaza selama 25 tahun hampir pasti akan menyebar ke Israel jika tidak segera diatasi.
Laporan media Israel mengatakan bahwa penghentian sementara operasi diminta oleh menteri luar negeri AS, Antony Blinken, ketika ia mengunjungi Israel minggu lalu.
Baca juga:
Israel Tuduh Zohran Mamdani Sebarkan Antisemitisme di Hari Pertama Menjabat Wali Kota New YorkTahap pertama dari dua putaran vaksinasi akan dimulai pada hari Sabtu dalam upaya untuk mengendalikan penyebaran virus. Lebih dari 25.000 botol vaksin atau lebih dari 1 juta dosis, telah tiba di Gaza beserta perlengkapan yang dibutuhkan untuk menjaga agar vaksin tetap dingin selama pengiriman.
Untuk menghentikan penyebaran penyakit ini, lembaga-lembaga bantuan harus menjangkau 90% dari sekitar 640.000 anak di bawah usia 10 tahun di Gaza. Hal itu sudah menjadi tantangan karena warga Palestina telah menjadi sasaran semakin banyak perintah evakuasi oleh militer Israel, yang membuat mereka berdesakan di tempat-tempat yang semakin sempit dan terpencil.
Salah satu kemungkinan yang disarankan oleh pernyataan Netanyahu adalah bahwa pemboman Israel akan dihentikan di berbagai wilayah Gaza secara berurutan, untuk memungkinkan pekerja bantuan yang membawa vaksin berpindah dari satu daerah ke daerah lain.
Ketidakpastian atas jeda kemanusiaan dan perintah evakuasi membuat perencanaan menjadi sangat sulit, kata Juliette Touma, juru bicara badan bantuan PBB Unrwa.
“Rencana adalah hal terpenting dalam setiap operasi kemanusiaan yang sukses. Anda harus tahu berapa banyak orang yang akan Anda jangkau: di mana mereka berada? Bagaimana Anda akan menjangkau mereka? Perencanaan merupakan elemen penting dari keberhasilan setiap operasi, tetapi di Gaza perencanaan hampir tidak ada,” kata Touma.