Loading
Ilustrasi Garam
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Garam atau natrium merupakan salah satu bahan penting dalam masakan yang tidak hanya menambah cita rasa, tetapi juga berperan dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh serta membantu fungsi saraf dan otot.
Namun, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa konsumsi garam secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan serius, terutama yang berkaitan dengan tekanan darah dan kesehatan jantung.
Menurut laporan yang dikutip dari EatingWell, meskipun natrium memiliki peran penting dalam tubuh, asupan yang terlalu tinggi dapat mengganggu keseimbangan cairan dalam tubuh.
Ahli diet Drew Hemler menjelaskan bahwa konsumsi natrium berlebihan dapat membuat tubuh menahan cairan lebih banyak dari seharusnya.
“Terlalu banyak natrium dapat menyebabkan tubuh menahan air berlebih. Cairan tambahan tersebut meningkatkan volume darah yang mengalir dalam pembuluh darah, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi,” ujar Hemler.
Memicu Tekanan Darah Tinggi
Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko Hipertensi, baik pada orang yang sebelumnya memiliki tekanan darah normal maupun yang sudah memiliki riwayat tekanan darah tinggi.
Ketika tubuh menyimpan terlalu banyak cairan akibat asupan natrium yang tinggi, tekanan pada pembuluh darah meningkat. Akibatnya, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
Jika kondisi ini berlangsung dalam jangka panjang, risiko penyakit serius dapat meningkat, seperti Serangan Jantung, Stroke, hingga Gagal Jantung.
Bisa Merusak Pembuluh Darah
Selain meningkatkan tekanan darah, konsumsi garam berlebihan juga dapat merusak lapisan pembuluh darah. Kondisi ini membuat pembuluh darah menjadi lebih kaku dan meradang sehingga aliran darah menjadi kurang lancar.
Tidak hanya itu, asupan natrium yang tinggi juga dapat memengaruhi keseimbangan bakteri baik dalam usus atau mikrobioma, yang sebenarnya berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung.
Cara Mengurangi Konsumsi Garam
Untuk menjaga kesehatan, Hemler menyarankan agar masyarakat mulai mengurangi konsumsi garam secara bertahap dalam pola makan sehari-hari.
“Perubahan pola makan sebaiknya dilakukan secara perlahan, misalnya dengan mengurangi penggunaan garam dan lebih memilih makanan rumahan dibandingkan makanan kemasan,” ujarnya.
Mengolah makanan sendiri di rumah dapat membantu mengontrol jumlah garam yang dikonsumsi sekaligus meningkatkan kualitas nutrisi makanan.