Loading
Cantiknya Pantai Manangaaba,
SUMBA, ARAHKITA.COM - Saat pesawat berada di atas garis bibir pantai Pulau Sumba menuju Bandar Udara Tambolaka, kita dapat melihat deburan ombak putih bergulung-gulung riuh menuju pasir putih yang terhampar luas mengelilingi pulau seluas 10.710 km² itu. Bukit-bukit di sekitarnya berwarna hijau segar.
Apabila melihat di peta, letak pulau Sumba dekat dengan Australia. Konon para nelayan yang menjala ikan pada malam hari dari pantai Waikelo bisa melihat gemerlap lampu di daratan benua Australia tersebut.
Pulau Sumba adalah salah satu alternatif tujuan wisata pantai terbaik di dunia. Jadi, setelah jalan-jalan di Bali, cobalah untuk singgah ke Pulau Sumba karena kalau dari Bali jarak tempuh ke Sumba memakai pesawat terbang tidak lama, hanya satu jam saja.
Apabila datang ke Sumba di akhir tahun atau awal tahun baru maka pemandangan yang tersaji dari atas pesawat adalah bukit-bukit yang hijau tanpa warna kuning lagi karena rumput alang-alang kering yang menguning di padang sabana itu telah berganti dengan tunas alang-alang hijau yang sangat lebat dan subur.
Rumput alang-alang kering yang melimpah sepanjang musim ini dimanfaatkan penduduk asli sebagai atap bagi rumah panggung mereka. Rumput-rumput ini pun menjadi makan yang bergizi bagi ternak mereka seperti kuda, kerbau, sapi, dan kambing.
Wow, Sumba pun memiliki kuda asli yang imut namun kuat, namanya kuda Sandalwood pony. Kuda-kuda ini pada jaman dahulu menjadi kendaraan utama bagi penduduk untuk ke pasar atau ke pantai, juga sebagai alat mobilitas saat melakukan peperangan.
Sumba adalah pulau yang selalu mendapat sinar matahari yang sangat banyak sepanjang musim. Kekayaan alam yang bersumber dari tenaga surya ini kini mulai dimanfaatkan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) setempat sebagai sumber tenaga listrik. Selama ini, pasokan kebutuhan listrik berasal dari PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air), dan juga diesel.
Baca juga:
Gempa Kembali Guncang Pulau SumbaYa, Sumba, khususnya di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), kini mulai mengejar ketertinggalan pembangunan daerahnya. Pemda setempat telah berupaya keras membangun sarana dan prasarana transpotasi sebagai penunjang pembangunan daerah Sumba, seperti membuat jalan aspal hingga menjangkau pelosok desa, membangun dermaga kapal laut yang baru, dan memperluas landasan Bandara Tambolaka sehingga kini pesawat jenis boing dapat mendarat di sana.
Setiap hari, kini Bandara Tambolaka sangat sibuk melayani penduduk setempat maupun wisatawan. Berbeda dengan beberapa tahun yang lalu, apabila datang ke Sumba, para wisatawan tidak bisa langsung pulang dalam beberapa hari karena harus menunggu pesawat yang hanya datang seminggu sekali atau molor menjadi dua minggu sekali. Waktu itu hanya ada satu maskapai penerbangan yang ada di Bandara Tambolaka, yaitu Merpati Nusantara Air Lines berukuran kecil, Fokker 27. Kini pesawat Merpati sudah tidak ada karena Merpati sudah bangkrut alias gulung tikar.
Bandara Tambolaka adalah Bandara yang tidak terkenal, dan bahkan jarang didengar namanya, kecuali oleh penduduk asli dan para petualang atau wisatawan mancanegara yang ingin melihat keindahan alam dan keaslian budayanya yang masih terpelihara dengan baik.
Namun nama Bandara Tambolaka “mendadak” pada hari Sabtu tanggal 11 Februari 2006 mulai dikenal setelah ada pesawat yang mendarat mendadak di landasan pacu yang waktu itu ukurannya sangat pendek, 1.850 meter, dan tidak pernah diperuntukkan bagi pendaratan ukuran pesawat besar sekelas pesawat Boeing!
Pesawat yang mengalami gangguan navigasi dan terpaksa mendarat mendadak adalah pesawat Boeing 737-300 milik maskapai penerbangan Adam Air dengan jadwal penerbangan dari Jakarta menuju Makassar, Sulawesi Selatan. Kini maskapai Adam Air pun sudah dinyatakan bangkrut.
Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) adalah kabupaten yang baru dimekarkan pada tahun 2006 dengan jumlah penduduk kira-kira 6.740 jiwa. Gencarnya pembangunan sarana dan prasana ini mulai dirasakan manfaatnya oleh penduduk Sumba Barat Daya saat kabupaten yang baru dibentuk ini berada dibawah kepemimpinan Bupati dr Kornelius Kodi Mete (periode 2008-2013).
Dekat Bandara Tambolaka, ada sebuah penginapan kecil namun bersih dan ber-AC yang terletak di kota Waetabula. Apabila ingin menginap di pantai, ada hotel yang cantik di Pantai Manangaaba.
Atau kalau Anda mempunyai dana lebih, Anda bisa menginap di Nihiwatu Resort yang tertelak persis di bibir Pantai Nihiwatu (jaraknya sekitar 400 kilometer dari Bali). Namun untuk menginap di sini Anda harus menyiapkan uang US Dollar, karena resort bertaraf internasional ini tidak menerima mata uang lainnya. Resort ini banyak dikunjungi turis manca negara dari seluruh dunia. Resort Nihiwatu ini milik orang Sumba yang kini dikelola oleh anak perempuan satu-satunya yang menikah dengan pria bule. Nihiwatu adalah pantai eksotis dan cocok untuk Anda yang suka olah raga surfing karena ombaknya yang sangat bagus.
Wow, bersyukurlah apabila bisa menginjakan kaki di sepanjang pantai Sumba karena Sumba termasuk dalam daftar tujuh pantai paling eksotis di benua Asia. Ya, pasir dan ombaknya hampir sama putihnya……bersih, cantik…. alami!
Berada di Pulau Sumba, serasa berada di dreamland. Bukit-bukti yang indah membentang seluas mata memandang, hewan ternak yang berkeliaran di hutan sabana, penduduknya yang ramah, dan kebudayaannya yang masih terjaga hingga kini.
Berbicara mengenai budaya Sumba, tidak bisa dipisahkan dengan budaya atau kepercayaan nenek moyang orang Sumba, yaitu Marapu. Apabila di Pulau Jawa mungkin sama dengan Kejawen.
Semua pusat kehidupan dan kearifan budaya Sumba biasanya terpusat pada kebudayaan Marapu. Mulai dari kelahiran, pernikahan, dan kematian.Misalnya saja saat seorang wanita baru saja melahirkan bayinya, si wanita wajib melakukan segala aktivitasnya hanya di dalam rumah/tidak boleh ke luar rumah karena dianggap pamali/pemali. Uniknya, aktivitas ini harus dengan posisi membelakangi tungku/pawon di dapur.
Saat perkawinan, ada adat istiadat berupa belis, yaitu pemberian mamoli emas dari calon pengantin pria kepada pihak calon pengantin wanita yang harganya setara dengan satu ekor kerbau yang besar dan sehat. Mamoli ini sebagai lambang maksud yang baik dan keseriusan dari pihak pengantin pria yang ingin menjadikan pujaan hatinya tersebut sebagai pendamping hidupnya untuk selamanya.
Saat upacara kematian pun diadakan acara yang tak kalah sakralnya. Jenazah yang meninggal biasanya dikubur di depan rumah dengan bentuk kuburan batu yang sangat besar dan tinggi. Makin besar dan tinggi kubur batu, menunjukkan starta status sosial atau kedudukan seseorang di daerah tersebut.
Jika memperhatikan pekarangan dan kebun milik warga Sumba Barat Daya, hampir semua masyarakatnya menanam pohon jambu mete atau jambu monyet. Sumba Barat Daya dikenal sebagai penghasil biji jambu mete dengan kualitas terbaik di Indonesia dan dunia. Iklim triopis dengan sinar matahari yang melimpah sepanjang musim menjadikan pohon jambu mete ini tumbuh subur dan tahan panyakit atau hama. Setiap kali panen biji jambu mete, minimal warga bisa mengantungi uang Rp 5 juta hingga Rp 10 juta!
Ahay….Jangan heran apabila Anda melihat pemandangan yang unik, bahwa walaupun penduduknya masih hidup atau tinggal di rumah panggung/rumah alang-alang sederhana tetapi mereka rata-rata mempunyai antena parabola sehingga dapat menyaksian siaran televisi nasional dan seluruh dunia!
Sumba Barat Daya, walaupun wilayahnya di dekat pantai, sesungguhnya merupakan wilayah yang sangat subur karena memiliki beberapa titik mata yang mengalir langsung dari pegunungan dan tidak pernah kering walaupun di musim kemarau. Namun sayangnya, untuk masalah air bersih ini pendistribusiannya masih tersendat-sendat dan kurang serius.
Saat di Sumba, selain pantai Nihiwatu, ada satu pantai cantik yang lokasinya ternyata tidak jauh dari Bandara Tambolaka (hanya 30 menit apabila naik mobil). Namanya Pantai Manangaaba.
Pantai Manangaaba atau yang sering disebut juga dengan “Pantai Kita” mempunyai warna pasir putih bersih nan lembut seperti kapas. Pasir jenis ini tidak akan bisa temui di Pulau Jawa atau pun Pulau Bali. Pantai berwarna putih ini hanya ada di Sumba. Nyaman sekali untuk tempat berjemur dan relaksasi.
Selain laut yang biru dan deburan ombak putih berkejar-kejaran, mata kita juga dimanjakan oleh pemandangan hutan sabana yang indah mengelilingi pantai ini. Sungguh sebuah tempat yang sempurna. Inilah dreamland…..pantai impian yang tiada duanya. Sumba, I will back again next year! Beautiful Sumba, Beautiful Indonesia! Kangen Sumba dan pantai pasir putihnya.