Mengapa Taksi Listrik Bisa Mogok di Rel Kereta? Ini Penjelasan Pakar ITB


 Mengapa Taksi Listrik Bisa Mogok di Rel Kereta? Ini Penjelasan Pakar ITB Warga mengamati taksi listrik Green SM yang rusak pascakecelakaan dengan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (ANTARA FOTO/FAKHRI HERMANSYAH)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Insiden kecelakaan tragis di kawasan Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) menyita perhatian publik. Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah dugaan taksi listrik yang tiba-tiba mogok saat berada di perlintasan rel kereta.

Peristiwa tersebut berujung fatal setelah rangkaian KRL Commuter Line yang sedang berhenti tertemper kendaraan, lalu dihantam kereta jarak jauh Kereta Api Argo Bromo. Total 16 orang dilaporkan meninggal dunia dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka.Lantas, apa yang sebenarnya bisa menyebabkan kendaraan listrik mendadak berhenti di rel?

1. Masalah pada Baterai 12 Volt

Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, menjelaskan bahwa salah satu kemungkinan utama berasal dari baterai tegangan rendah (12V).

Meski kendaraan listrik identik dengan baterai besar, sistem awal kendaraan tetap bergantung pada baterai kecil ini. Jika tegangannya turun, sistem penting seperti komputer kendaraan, sensor, hingga modul kontrol bisa gagal berfungsi.

Akibatnya, mobil bisa gagal “booting” atau bahkan mati mendadak di tengah jalan.

2. Getaran Rel yang Mengganggu Sistem

Saat melintasi rel, kendaraan mengalami getaran cukup kuat. Dalam kondisi tertentu, getaran ini bisa berdampak pada sistem sensor maupun teknologi keselamatan seperti ADAS.

Jika sambungan komponen mengendur atau terganggu, bukan tidak mungkin sistem penggerak kendaraan ikut terpengaruh hingga akhirnya mobil berhenti.

3. Sistem Keamanan Aktif Otomatis

Kendaraan listrik modern dibekali fitur keamanan cerdas. Ketika sistem mendeteksi adanya anomali, fitur seperti immobilizer atau pengunci kemudi bisa aktif secara otomatis.

Alih-alih melindungi, dalam kondisi tertentu hal ini justru bisa membuat kendaraan tiba-tiba tidak bisa bergerak.

4. Gangguan pada Battery Management System (BMS)

Sistem manajemen baterai atau BMS berperan penting dalam membaca kondisi daya kendaraan. Jika terjadi gangguan komunikasi, sistem bisa salah membaca kapasitas baterai.

Dampaknya cukup serius: kendaraan bisa mengambil keputusan ekstrem seperti berhenti total meskipun energi sebenarnya masih tersedia 

5. Kegagalan Komponen Utama

Komponen seperti inverter dan konverter DC-DC juga punya peran vital. Jika salah satu gagal bekerja, kendaraan bisa kehilangan tenaga secara tiba-tiba, bahkan mengalami kegagalan sistem total.

Masih Perlu Investigasi Mendalam

Meski berbagai kemungkinan telah dijelaskan, Yannes menegaskan bahwa semua faktor tersebut masih bersifat dugaan teknis.Penyebab pasti insiden ini tetap membutuhkan investigasi menyeluruh dari pihak berwenang agar tidak menimbulkan spekulasi berlebihan dikutip Antara.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Otomotif Terbaru