Puasa Jadi Momen Emas Berhenti Merokok


 Puasa Jadi Momen Emas Berhenti Merokok Ilustrasi berhenti merokok. (Pixabay)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof. Tjandra Yoga Aditama, mengajak masyarakat memanfaatkan bulan suci Ramadhan sebagai titik awal berhenti merokok secara total.

Menurutnya, puasa sudah membiasakan perokok menahan diri sejak sahur hingga waktu berbuka. Kebiasaan ini dinilai bisa menjadi langkah konkret untuk lepas sepenuhnya dari rokok.

“Para perokok yang berpuasa akan berhenti merokok sejak sahur sampai berbuka puasa. Masyarakat luas agar memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan tahun ini untuk berhenti merokok sepenuhnya,” ujar Prof. Tjandra dalam keterangan tertulis, Selasa(3/3/2026).

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara itu menjelaskan bahwa asap rokok mengandung ribuan senyawa kimia. Ratusan di antaranya bersifat racun dan berkaitan dengan berbagai penyakit serius.

“Ratusan jenis di antaranya merupakan zat beracun dan berhubungan dengan kejadian puluhan penyakit, dari kepala sampai ke kaki,” tegasnya.

Tak hanya merugikan diri sendiri, asap rokok juga berdampak pada orang di sekitar. Dalam konteks ibadah puasa, ia menilai setiap individu seharusnya menghindari perilaku yang bisa mengganggu atau membahayakan orang lain.

Mitos Tak Bisa Kerja Tanpa Rokok Terbantahkan

Prof. Tjandra yang juga Adjunct Professor di Griffith University menyebut anggapan bahwa seseorang tidak bisa beraktivitas tanpa merokok adalah keliru.

Selama Ramadhan, banyak perokok tetap mampu bekerja dan beraktivitas normal meski tidak merokok seharian penuh.

“Artinya, memang tidak benar pendapat bahwa harus merokok dulu baru bisa bekerja. Pengalaman nyata di bulan puasa ini membuktikan sebaliknya,” jelasnya.

Ia menyarankan agar kebiasaan tidak merokok dari pagi hingga sore itu diperpanjang hingga malam hari dan seterusnya, bukan justru “balas dendam” saat berbuka.

Jangan Jadikan Rokok Menu Pembuka

Prof. Tjandra juga mengingatkan bahwa berbuka puasa dengan langsung merokok bukan pilihan bijak. Kondisi tubuh yang lemah setelah seharian menahan lapar dan haus justru bisa semakin tertekan jika langsung terpapar nikotin dan zat beracun lainnya.

Waktu berbuka seharusnya diisi dengan makanan dan minuman bergizi untuk memulihkan energi, bukan rokok.

Ia menegaskan, jika selama sebulan penuh seseorang mampu mengontrol diri dari rokok selama berjam-jam setiap hari, maka kecanduan tersebut sejatinya sudah bisa dikendalikan.

“Berhenti merokok di bulan Ramadhan akan memberi manfaat bagi kesehatan dan kehidupan serta lingkungan,” ujarnya.

Ramadhan, Awal Hidup Lebih Sehat

Momentum Ramadhan bukan sekadar latihan menahan lapar dan haus, tetapi juga kesempatan memperbaiki pola hidup. Menghentikan kebiasaan merokok tak hanya berdampak pada kesehatan pribadi, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar.

Jika berhasil memulai di bulan suci, bukan tidak mungkin kebiasaan sehat itu berlanjut hingga seterusnya.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lifestyle Terbaru

  BENCHMARKS  
Loading Time: Base Classes  0.0072
Controller Execution Time ( Main / Index )  0.0923
Total Execution Time  0.1012
  GET DATA  
No GET data exists
  MEMORY USAGE  
4,111,912 bytes
  POST DATA  
No POST data exists
  URI STRING  
lifestyle/111521_puasa-jadi-momen-emas-berhenti-merokok
  CLASS/METHOD  
main/index
  DATABASE:  scholaec_new_db_ak (Main:$db)   QUERIES: 34 (0.0381 seconds)  (Show)
  HTTP HEADERS  (Show)
  CONFIG VARIABLES  (Show)